Minggu Pekan Biasa XV, 15 Juli 2018

Am 7: 29-32 +  Ef 3: 1-10  +  Mrk 6: 7-13



Lectio

Yesus memanggil kedua belas muridNya dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.  Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."  Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.


Meditatio

Yesus memanggil kedua belas muridNya dan mengutus mereka berdua-dua.  Siapakah keduabelas Rasul itu? Seperti yang kita renungkan kemarin, mereka adalah Simon Petrus dan Andreas, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot. Pasangan inikah yang dimaksud? Apakah mereka sendiri yang menentukan pasangan pergi berdua-dua atau ditentukan sendiri oleh Yesus? Tidak diceritakan memang. Kenapa juga harus berpasangan? Mengapa tidak boleh sendiri-sendiri? Berduaan mengandaikan warta kebenaran yang mereka sampaikan dapat dipertanggungjawabkan, dan tentunya juga mereka saling meneguhkan satu sama lain. Bukankah mereka itu diutus bagaikan seekor domba ke tengah-tengah serigala?  Pergi berdua-dua mengandaikan tugas perutusan itu terasa lebih ringan daripada seorang diri. 'Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel' (Am 7: 15). 'Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat' (Mat 10).

Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, karena kuasa kegelapan itulah musuh utama yang selalu melawan dan menantang kehendak Tuhan. Musuh menginginkan semua orang binasa. Mereka selalu menghalang-halangi setiap orang untuk menikmati keselamatan. Kepada para muridNya, Yesus juga berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Mereka diminta untuk tidak membawa aneka fasilitas, dengan maksud agar mereka mengandalkan Dia sendiri yang mengutus. Dia yang mengutus pasti Dia bertanggungjawab. Bukankah juga seorang pekerja patut mendapatkan upah? (Mat 10: 10). Inilah pesan istimewa bagi mereka yang ambil bagian dalam tugas perutusan, agar tidak mengandalkan kekuatan insani atau malah aneka fasilitas hidup. Ke mana diutus, dia harus segera pergi dan berangkat.  

Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: 'kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka'. Menerima para murid dan mendengarkan pengajarannya adalah wajib hukumnya bagi setiap orang. Inilah sekaligus jaminan bagi para murid agar tidak menyibukan diri dengan aneka perbekalan tadi. Yesus mengutus, Yesus pula memberikan jaminan. Kalau nada wajib menerima karya pewartaan itu begitu ditekankan Yesus sendiri, 'karena di dalam Dia dan oleh darah-Nya, kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.  Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus' (Ef 1: 7-9). Yesus mewajibkan semua orang untuk mengamini sabda dan kehendakNya, bukan karena egoism diri yang mencari kepuasan, melainkan semata-mata demi keselamatan umatNya. Keselamatan datang dari bangsa Yahudi, yakni Yesus Kristus (Yoh 4:22).

                    Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

 

Oratio

Ya Yesus, Engkau mengutus kami masing-masing dengan tugas perutusan yang berbeda-beda di antara kami. Ajari dan mampukan kami untuk tidak terikat dengan kekuatan insani kami, tetapi bagaimana kami dapat selalu mengandalkan kekuatan, yang membawa kami pada keselamatan. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Pergilah, kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka'. Mendengarkan sabda Tuhan adalah kewajiban setiap orang guna mendapatkan keselamatan.

Kedua, hendaknya tidak membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Karya katekese hendaknya tidak mengandalkan kekuatan insani dan aneka fasilitas.

Ketiga, 'di dalam Kristus dan oleh darah-Nya, kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.  Sebab Allah telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus'. Dalam Kristus Tuhan ada keselamatan.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018