Pesta Santo Yakobus Rasul, 25 Juli 2018

2Kor 4: 7-15 + Mzm 126 + Mat 20: 20-28



Lectio

Pada hari itu datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.  Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."  Tetapi Yesus menjawab, kataNya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat."  Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."  Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.  Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.  Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang".


Meditatio

Pada hari itu datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Karena ada keperluan, maka mereka datang kepada sang Guru? Siapakah nama ibu mereka itu?  'Apa yang kau kehendaki?'¸ kata Yesus yang memang menaruh perhatian kepada para muridNya.  'Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu', sahut ibu yang begitu perhatian kepada kedua anaknya. Baik kali permohonan sang ibu ini bagi anak-anaknya. Sebuah permohonan, agar kedua anaknya menikmati hal yang menyenangkan kelak dalam Kerajaan Allah. Ibu itu meminta, karena dia tahu benar Siapakah Orang yang ada di depannya itu. Dia sang Guru. Dialah sang Mesias. Duduk di sebelah kanan dan kiriNya adalah tempat terhormat, tempat orang-orang yang dipercayai.

'Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta', sahut Yesus kepada mereka. Mengapa Yesus membalik permintaan sang ibu? Bukankah karena tahu dan percaya kepada sang Guru, maka dia bermohon?  'Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?', tambah Yesus. Meminum cawan inilah yang kiranya harus diketahui dan disadari oleh orang-orang yang hendak duduk bersamaNya dalam Kerajaan Surga.  'Kami dapat', sahut kedua murid. Ibu dan kedua anaknya itu sepertinya sudah berbicara sebelumnya; dan mereka semua siap melakukan segala prasyarat yang mungkin diberikan sang Guru, termasuk minum cawan.

'Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya', tegas Yesus kepada kedua murid itu. Jawaban Yesus ini sepertinya mementahkan kemauan baik mereka. Kesanggupan seseorang melakukan sesuatu tidak mampu mendatangkan rahmat dan berkat dari Tuhan, kalau pun mampu berbagi aneka anugerah (lih. Mat 7: 22), apalagi hanya digerakkan oleh harta benda yang dimilikinya (lih. Mat 19). Tentu amat berbeda memang, bila segala sesuatu dilakukan dalam kasih (1Kor 13). Apalah yang dapat saya lakukan, aku tidak dapat banyak berbuat seperti yang dilakukan santa Teresia Avilla, Aku hanya berusaha untuk melakukan kasih. Panggilanku adalah kasih, kata santa Teresia Kecil ini, yang hendaknya juga menjadi seruan kita.

'Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.  Tidaklah demikian di antara kamu', kata Yesus kepada para muridNya yang sempat marah terhadap kedua saudara itu, Pertama, 'barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu'. Yesus tidak berbicara tentang Kerajaan Surga, melainkan tentang pergaulan dalam hidup bersama. Orang besar dan hebat adalah mereka yang mau melayani sesama, dan bukan karena jabatan yang dimilikinya. Pekerjaan seseorang membuat dia dikenal oleh orang lain, bahkan membuat banyak orang kagum kepadanya. Pelayanan itu malah harus 'sama seperti Anak Manusia, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang'. Hidup seperti Yesus berarti memberi dan memberi.

Yakobus pun akhirnya minum cawan yang dijanjikan sang Guru. Tercatat, 'ketika raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang' (Kis 12: 1-2). Kesanggupannya meminum cawan dibuktikannya juga. Apakah kita siap minum cawan yang diberikan Kristus? 'Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami'. Kata-kata Paulus inilah yang kiranya juga menjadi kata-kata kita. Kita tidak tahu akan apa yang terjadi pada diri kita, tapi baiklah semangat Paulus dan Yakobus menjadi semangat kita. Karena Kristus, kalau pun 'kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa' (2Kor 4:7-9). Dalam Kristus ada kehidupan.

 

Oratio

Yesus Kristus, ampunilah kami yang kadang tidak tahu apa yang kami minta, begitu sering kami hanya meminta dan meminta menurut kemauan dan egois diri. Mampukan kami ya Yesus, agar tidak hanya meminta, tetapi terlebih lagi mampu memberi dengan penuh belas kasih terhadap sesama yang membutuhkan uluran tangan kami.

Santo Yakobus Rasul, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, supaya aku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu. Inilah kata-kata kerinduan yang harus kita dengungkan selalu dalam hidup.

Kedua, 'sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang', demikianlah aku harus menjadi sesama bagi orang-orang yang di sekitarku.  

Ketiga, 'kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami'. Inilah spiritualitas hidup kristiani.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis