Rabu Pekan Biasa XIII, 4 Juli 2018

Am 2: 6-10 + Mzm 50 + Mat 8: 28-34

 

 

Lectio

Suatu hari setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu." Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

 

Meditatio

Suatu hari setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Tahu dari mana mereka tentang Yesus. Kehadiran Tuhan memang selalu diketahui oleh banyak orang; kuasa kegelapan pun mengetahuiNya; dan itulah kedua itu. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.

Mereka itu pun berteriak, katanya: 'apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?'. Sekali lagi mereka mengenal siapakah Yesus Orang Nazaret itu. Apakah waktu yang dimaksudkan mereka itu adalah kematian dan kebangkitan anak Manusia, yang membebaskan seluruh umat manusia dari kuasa dosa dan maut? Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: 'jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu'. Mengapa mereka meminta ijin kepadaNya? Apakah mereka minta ganti rugi daripadaNya, seandainya mereka diusir dari kedua orang itu? 'Pergilah!', sahut Yesus yang tidak banyak menanggapi mereka. Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. Kuasa jahat memang selalu membinasakan ciptaanNya. Pembiaran kawanan babi itu dirasuki kuasa jahat, karena memang anak-anak manusia sungguh bernilai di hadapanNya. Allah pun tidak menghendaki seorang pun binasa.

Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Orang-orang Gadara ini sungguh berbeda dengan orang-orang Nazaret, yang menghendaki agar Yesus tetap tinggal di tengah-tengah mereka; bahkan pula yang menghendakiNya menjadi raja. Orang-orang Gadara menolak Yesus, sepertinya karena mereka kehilangan harta milik yang dipunyainya. Mereka tidak memperhitungkan keselamatan sesama, tetapi lebih mementingkan harta yang mereka miliki.

Apakah orang-orang Gadara ini kaum ritualis, yang suka akan kurban bakar dan persembahan? Atau mereka memang penyuplai bahan persembahan? Mereka sepertinya belum memaknai sungguh persembahan yang paling berkenan kepada Tuhan. Belaskasih Tuhan tidak ditentukan oleh aneka jenis kurban persembahan (bdk. Am 2: 6-10 + Mzm 50). Allah lebih tertarik pada persembahan hati (Mzm 51).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau datang untuk keselamatan umat manusia, dan tidak menghendaki anak-anakMu jatuh dan binasa. Ajarilah kami untuk semakin mengenal dan mengutamakan Engkau dalam hidup ini dengan semakin berani mengasihi sesama kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?'. Kuasa kegelapan mengenal Yesus. Anak Manusia adalah Penyelamat dunia. Tentunya pilihan hidup kita telah benar adanya.

Kedua, 'carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang'. Inilah cinta kasih, dan marilah kita hayati dalam hidup ini.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet