Sabtu Pekan Biasa XV, 21 Juli 2018

Mik 2: 1-5 + Mzm 10 + Mat 12: 14-21




Lectio

Pada waktu itu, keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.  Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.  Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.  Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:  "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.  Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.  Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."


Meditatio

Pada waktu itu, keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.  Mengapa mereka hendak membunuh Yesus? Tentunya karena Yesus sering melakukan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan dan kemauan mereka. Seperti kemarin itu, mereka dibuat jengkel, karena Yesus membiarkan para muridNya memetik bulir-bulir gandum di hari Sabat? Penyataan bahwa Anak Manusia itu Tuhan atas hari Sabat dianggapnya pernyataan defensive yang otoritatif. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Yesus tidak mau melawan mereka, walau Dia mempunyai banyak pengikut. Bukankah Yesus juga tidak mau mati sia-sia oleh umatNya sendiri? Yesus tidak mau melakukan tindakan yang contra-produktif. Akhirnya Yesus meninggalkan mereka, tetapi menaruh perhatian kepada mereka yang mengikutiNya. KehadiranNya menjawab kerinduan pemazmur: ya Tuhan, janganlah Kau lupakan orang yang tertindas (10).

Yesus menyembuhkan mereka yang sakit, tetapi melarang keras mereka memberitahukan siapa Dia. Dari pekerjaan yang dilakukanNya, seseorang dapat mengenal siapakah Dia (lih. Yoh 4 dan 14). Ia melarang mereka, karena memang Dia datang bukan untuk mencari nama dan kedudukan. Dia bukan ingin tebar pesona. Dia datang bukan juga ingin mencari pengikut. Benarlah yang disampaikan oleh nabi Yesaya: 'lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan'.  Dia datang hanya untuk melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya; dan memang Bapa hanya mengutus Dia, dan tidak ada yang lain. Dia adalah Hamba yang dipilihNya, dan Dialah yang dikasihiNya; segala sesuatu disampaikan kepada umatNya melalui dan dalam Yesus, Anak Manusia. 'Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya'. Hal itu sungguh-sungguh disadari Yesus dengan mengatakan : Aku ada dalam Bapa dan Bapa ada dalam Aku. Aku dan Bapa adalah Satu.

'Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa'. Hukum apa? Tentunya hukum kasih, sebab Allah adalah kasih.  'Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang'. Semua itu dilakukan guna menunjukkan, bahwa Allah adalah kasih. Dia panjang sabar dan penuh kasih setia. Kasih menutupi segala sesuatu. Kasih itu tidak berkesudahan. Dia mengundang setiap orang untuk berani memanggul salib, dan kedatanganNya membawa pedang. 'Pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap', karena pada kodratinya semua orang menghendaki keselamatan; dan keselamatan itu ada pada Dia, sang Empunya kehidupan.

 

Oratio

Ya Yesus, berilah kami kerendahan hati dalam tugas perutusan kami, agar mampu memperlihatkan wajahMu di dalamnya yang penuh dengan belaskasih, supaya kamipun pantas seperti yang dikatakan nabi Yesaya, sebagai hambaMu yang Kau pilih dan Kau kasihi. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang'. Kerendahan hati dan kelemahlembutanNya ditampakkan dalam aneka pengajaran dan pekerjaanNya.

Kedua, 'pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap', karena semua orang menghendaki keselamatan, dan hanya pada Dialah ada kehidupan dan keselamatan.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis