Sabtu Pekan Biasa XVI, 28 Juli 2018

Yer 7: 1-11 + Mzm 84 + Mat 13: 24-30


Lectio

Pada hari itu Yesus membentangkan suatu perumpamaan kepada mereka, kataNya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?  Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

 

Meditatio

'Biarkanlah keduanya, gandum dan ilalang itu, tumbuh bersama sampai waktu menuai. Apakah karena memang mereka berdua ini mempunyai hak hidup yang sama? Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku'. Sang empunya panenan akan sendiri memisahkan kedua tanaman yang tumbuh di ladangnya. Yang dikehendaki dikumpulkan dalam lumbungnya, tidaklah demikian dengan yang lain, dibuang dan dibakarnya.

Dalam kehidupan bersama sekarang ini, Tuhan Allah juga sepertinya membiarkan setiap orang bertindak dan bersikap seturut kemauannya sendiri. Akal budi dan kehendak bebas yang telah diberikanNya, menjadi alasan pertama Tuhan Allah tidak mau memaksakan kehendakNya. Kisah hidup yang tersurat dalam Yeremia 7: 1-11 menunjukkan Tuhan Allah mengetahui isi hati setiap umatNya. Allah amat mengenal kemunafikan hati setiap orang yang dikasihiNya. Namun pada akhirnya, Tuhan Yesus, Hakim yang adil, akan memisahkan seorang dari lainnya, bagaikan biji gandum dari ilalang.

 

Oratio

Yesus Kristus, di tengah kehidupan yang beragam ini, mampukan kami untuk tetap teguh beriman kepadaMu, agar tiba saatnya nanti kamipun menjadi bagian yang Engkau kumpulkan dalam kerajaanMu. Amin

 

Contemplatio

'Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku'. Tuhan Yesus membiarkan kita hidup sesuai dengan pilihan kita. Dia telah menawarkan keselamatan, ada baiknya kalau kita memilih tawaranNya itu.

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018