Selasa Pekan Biasa XIV, 10 Juli 2018

Hos 8: 4-7 + Mzm 17  +  Mat 9: 32-38



Lectio

Pada waktu itu dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.  Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel."  Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan." 

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.  Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.  Maka kataNya kepada murid-muridNya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.  Karena itu mintalah kepada Tuan yang Empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

 
Meditatio

Pada waktu itu dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.  Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Matius sepertinya menyampaikan suatu laporan, dan bukannya sebuah cerita. Matius tidak menceritakan siapakah orang bisu itu, bagaimana orang-orang berani membawa dia kepada Yesus, mulai kapan mereka tahu, bahwa Yesus mampu menyembuhkan, bagaimana peristiwa pengusiran itu, bagaimana pastinya roh yang keluar dari orang yang kerasukan itu. Bagaimana sikap dan reaksi orang bisu itu sendiri ketika sudah sembuh. Matius sekali lagi menyampaikan sebuah laporan tentang apa yang dilakukan Yesus pada saat itu.  Heranlah orang banyak, katanya: 'yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel'. Itulah ungkapan iman banyak orang, yang melihat dalam kacamata positif. Mereka kagum akan adanya kuasa ilahi yang tampil di depan mereka.  Tetapi tidaklah demikian dengan orang-orang Farisi. 'Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan', teriak mereka. Mengapa mereka berkata demikian? Bukankah mereka itu ahli dalam kitab suci, tentunya mereka tahu apa yang dilakukan oleh Yesus, sang Guru. Kepandaian mereka ternyata dikalahkan oleh ketajaman hati banyak orang beriman. Apakah Yesus tidak mendengar celoteh mereka, kaum Farisi? Pasti mendengar, tetapi Yesus tidak menaruh perhatian pada ketidakpercayaan mereka.

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.  Itulah pekerjaan yang dilakukan Yesus. Semuanya membahagiakan hati banyak orang. Segala yang dilakukan Yesus adalah kehendak Bapa di surga, yang semuanya dimaksudkan agar seluruh umatNya bahagia dan beroleh selamat. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.  Ke mana para imam mereka? Apakah memang mereka para imam hanya bertindak di dalam peribadatan saja, dan berdiam dalam karya penggembalaan? Atau memang jumlah para imam tidak memadai dengan jumlah umat beriman pada saat itu? Bukankah kaum Farisi banyak ambil bagian dalam kursi Musa? Maka kataNya kepada murid-muridNya: 'tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.  Karena itu mintalah kepada Tuan yang Empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Yesus menaruh hati pada keberadaan umatNya. Namun mengapa Yesus meminta mereka supaya memohon kepada sang Empunya tuaian untuk mengirim para pekerjaNya? Mengapa Yesus sendiri sebagai sang Empunya kehidupan, dan Dialah Gembala utama, tidak sendiri langsung mengirimkan para pekerjaNya? Kiranya menjadi permenungan atas pertanyaan ini adalah nubuat yang disampaikan Hosea (8: 4-7.11-13), bahwa bukannya Tuhan tidak mau sendiri mengirimkan para pekerja tuaian, Dia pasti akan mengirimkan. Permintaan Yesus itu dimaksudkan agar para pekerja untuk tuaian itu benar-benar sesuai yang dikehendaki Tuhan, dan bukannya berdasarkan kemauan umat semata. Bila para pekerja tuaian hanya untuk memuaskan keinginan umat, tidak ubahnya Israel yang mengangkat raja, mendirikan lembu tuangan dan aneka mezbah, serta kurban persembahan tanpa sepengetahuan dan di luar kehendak Tuhan.

 

Oratio

Ya Yesus, begitu banyak orang yang membutuhkan belaskasihMu. Bantulah kami agar mampu menjadi perpanjangan tanganMu dalam berbagi kasih bagi sesama yang membutuhkannya, sehingga namaMu semakin dikenal banyak orang dan dipermuliakan. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel'. Kehadiran Yesus memang membawa pembaharuan, dan selalu indah adanya.

Kedua, 'tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.  Karena itu mintalah kepada Tuan yang Empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'.

Ini mengandaikan agar kita selalu berpartisipasi dalam mempermunculkan para pekerja untuk tuaian, dan sekaligus mereka yang terpilih itu sesuai dengan kehendak Tuhan sendiri.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018