Selasa Pekan Biasa XVI, 24 Juli 2018

Mi 7: 14-20 + Mzm 85 + Mat 12: 46-50


Lectio

Pada waktu itu ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.  Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau."  Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"  Lalu kataNya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!  Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."


Meditatio

Pada waktu itu ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Kenapa Maria dan saudara-saudara Yesus datang? Apakah mereka kangen kepadaNya? Siapakah yang dimaksud dengan saudara-saudara Yesus? Apakah Dia mempunyai saudara-saudari kandung? Bukankah Yesus itu Anak tunggal? Apakah yang dimaksudkan saudara dan saudariNya itu adalah sanak-kerabat Maria atau Yusuf? Para ahli kitab pada umumnya tidak menemukan bukti-bukti, bahwa Yesus mempunyai saudara kandung.  Seorang berkata kepada-Nya: 'lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau'.  Sepertinya Yesus sedang mengajar dalam ruangan, dalam bait Allah, sehingga dikatakan tadi mereka tidak bisa masuk. Mereka tidak masuk karena banyaknya orang yang mendengarkan pengajaranNya. Pengajaran Yesus menarik hati banyak orang membuat mereka tidak jemu-jemu mendengarkanNya.

'Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?'. Jawaban Yesus sepertinya terasa pahit dan tidak mengenakan. Apakah Dia tidak mengakui lagi sang bunda dan saudara-saudariNya? Apakah Yesus sudah lupa diri? Mengapa Yesus berkata demikian?  Lalu kataNya, sambil menunjuk ke arah murid-muridNya: 'ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!  Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'. Yesus membuka wacana baru bagi banyak orang pada waktu itu, dan tentunya juga bagi kita sekarang. Ibu dan saudara saudariNya adalah mereka yang melakukan kehendak Bapa sang Empunya kehidupan. Sebab memang bukankah Dia itu sang Pemilik hidup? Bukankah Dia adalah sang Pencipta dan Pemilik umatNya? Bukankah Tuhan adalah Tuhan Allah atas orang hidup dan mati? Bukankah memang segala sesuatu diciptakan dalam SabdaNya? Apakah penyataan Yesus itu meniadakan ibu dan saudara-saudariNya? Kalau Maria dan saudara-saudari Yesus bukan pelaksana-pelaksana sabda Allah tentunya benar penyataan itu meniadakan mereka. Namun siapakah tidak mengenal Maria? Demikian juga saudara dan saudariNya? Bukankah Dia dikandung tanpa keinginan insani? Bukankah Dia adalah Allah yang merelakan diri menjadi manusia, dan mau masuk dalam hitungan waktu yang dibuat umatNya?   Saudara dan saudari Yesus adalah mereka semua yang mempunyai predikat sebagai anak-anak Allah.

Keterbukaan hati Yesus tampak juga dalam belaskasihNya kepada setiap orang. 'Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir' (Mik 7: 18-19). Kerinduan umat akan kasih Allah inilah yang ditampakkan oleh Yesus yang menyapa setiap orang tanpa memandang muka.   

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, mampukan kami dalam melakukan kehendakMu, supaya kamipun layak disebut sebagai saudara-saudariMu dalam beroleh hidup dan keselamatan kekal. Amin

 

Contemplatio

'Siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'.  Kehendak Tuhankah yang memang menyatukan semua orang tanpa terkecuali, dan kehendakNyalah yang membuat kita hidup dan beroleh selamat.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018