Senin Pekan Biasa XIII, 2 Juli 2018

Am 2: 6-10 + Mzm 50 + Mat 8: 18-22

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Seorang lain, yaitu salah seorang muridNya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

 

Meditatio

Suatu hari ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. Entah kenapa Yesus malahan mau meninggalkan mereka? Yesus memang secara sengaja mengikatkan diri dalam ruang dan waktu, tetapi Dia tidak mau diikat oleh keperluan umatNya. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: 'Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi'. Mengapa dia mau ikut? Apakah ingin mendalami kitab suci, yang memang dirasakan, bahwa Guru satu ini lebih hebat dari dirinya? Atau ada sesuatu menarik lainnya, yang dilihat dalam pribadi Yesus? Yesus berkata kepadanya: 'serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya'. Mungkin motivasi ahli Taurat itu ditangkap sungguh oleh Yesus; bukankah memang Dia mengetahui isi hati dan budi umatNya? Mengikuti Yesus tidak akan mendapatkan kemapanan hidup; itulah yang ditegaskan Yesus, sebab tempat meletakkan kepala saja tidak dipunyaiNya.

Seorang lain, yaitu salah seorang muridNya, berkata kepada-Nya: 'Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku'. Ada kepentingan yang amat bisa dipahami, maka dia meminta izin dari sang Guru. Tetapi Yesus berkata kepadanya: 'ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka'. Suatu jawaban yang amat sulit dimengerti, dan amat bertentangan dengan kebutuhan insani dalam hidup bersama. Inilah sepertinya resiko mengikuti Yesus, yang memang harus meninggalkan segala-galanya. Barangsiapa mengasihi orangtua, anak-anakanya dan segala yang dimilikinya lebih daripadaKu, dia tidak layak menjadi muridKu.  Sebuah penyataan yang meminta setiap orang yang hendak mengikutiNya supaya mengutamakan Dia di atas segala kepentingan lainnya, dan bahkan meninggalkan segala-galanya.

Mengikuti Yesus saja seseorang tidak mendapatkan jaminan hidup mapan dan layak, bahkan kepentingan keluarga pun harus ditinggalkan, apalagi kalau seseorang mengakui sudah mengenal Dia tetapi melakukan kejahatan. Tuhan Allah tidak segan-segan menghukum orang yang berbuat jahat terhadap sesamanya. Itulah yang diceritakan dalam bacaan pertama hari ini, yakni dari Kitab Amos 2: 6-16.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami hidup mengandalkan Engkau, betapapun kesulitan yang harus dilalui. Sebab tanpa kekuatan dariMu kami tidak sanggup melakukan apapun. Maka dampingi dan kuatkanlah kami selalu ya Yesus dalam melewati hari-hari kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya'. Betapa miskinnya Anak Manusia ini. Masih maukah kita mengukuti Dia yang miskin dan tak mempunyai apa-apa itu?

Kedua, 'ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka'. Mengutamakan Yesus memang harus melakukan sesuatu yang tidak lazim, dan bahkan mengatasi kemampuan insani kita.

 









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet