Senin Pekan Biasa XVI, 23 Juli 2018

Mik 6: 1-8 + Mzm 50 + Mat 12: 38-42



Lectio

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."  Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.  Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.  Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!  Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"


Meditatio

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: 'Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu'. Yesus. Berani juga mereka itu. Mengapa mereka meminta seperti itu? Apakah mereka belum percaya dengan segala sesuatu yang telah dikerjakanNya? Apakah mereka hanya hendak menantang dan mencobai sang Guru? Menanggapi mereka, berkatalah: 'angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus'. Mengapa tanda Yunus yang menjadi ukuran bagi mereka? Adakah maksud tertentu? 'Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam', tegas Yesus. Yunus dipilihNya, mengingat tiga hari Paskah yang hendak dikerjakanNya kelak. Sebagaimana Yunus yang pernah berada dalam perut ikan, demikian juga Dia akan berada tiga hari dalam perut bumi. Kalau Yunus hanya sekedar tanda penebusan mesianis, walau saat itu kejadian merupakan hukuman karena ketidaktaatan, tidaklah demikian dengan Kristus yang memang memberi nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia. Kenimatan karya penebusan memang akan dinikmati oleh orang-orang yang percaya akan Allah sang Empunya kehidupan.

'Pada waktu penghakiman, pertama, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus. Kedua, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo'. Mereka mencari dan mencari. Mereka mencari Yunus dan Salomo, padahal yang ada di sini lebih dari Yunus ataupun Salomo. Tak dapat disangkal, aneka peristiwa Yunus dan Salomo begitu monumental dan menarik perhatian banyak orang. Sebaliknya, segala pekerjaan Yesus yang indah dan menyelamatkan itu selalu dilawankan oleh kaum Farisi dan para ahli Taurat, dan juga tua-tua bangsa Yahudi, dengan segala tindakan Yesus, yang dianggap mereka bertabrakan dengan tradisi Yahudi dan aneka aturan hari Sabat. Mereka hendak menenggelamkan aneka karya agung Allah. Permintaan tanda kaum Farisi dan para ahli Taurat benar-benar menunjukkan tidak adanya perhatian mereka terhadap karya penyelamatan Allah selama ini. Permintaan tanda menunjukkan, bahwa mereka begitu menaruh perhatian pada tanda-tanda lahiriah, khususnya aneka persembahan dari pada belaskasih, dan tentunya bertentangan dengan spiritualitas Kristus, yang menghendaki belas kasihan dan bukan persembahan.  

Ada baiknya kita membaca juga pengalaman nabi Mikha, ketika bangsa Israel bertanya dan bertanya: 'berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?', Tuhan Allah sendiri menjawab: 'hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?' (Mi 6: 7-78). Hukum cinta kasih telah diberlakukan semenjak Perjanjian Lama.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukan kami untuk memahami sabdaMu dan melakukan kehendakMu, dengan mengutamakan hukum cinta kasih di atas segala aturan dan hukum yang ada. Seperti Engkau sendiri telah mengajarkannya pada kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'yang ada di sini lebih dari pada Yunus ataupun Salomo'. Yesus meminta setiap orang supaya percaya dan mengandalkan hanya Tuhan, dan bukan sesama manusia.

Kedua, 'hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?'. Semenjak awal Tuhan Allah menghendaki belaskasih, dan bukan persembahan.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis