Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga, 12 Agustus 2018

Why 12: 1-6 + 1Kor 15: 20-26 + Luk 1: 39-56


Lectio

Beberapa waktu kemudian, setelah menerima kabar sukacita, berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."

Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.


Meditatio

Beberapa waktu kemudian, setelah Maria menerima kabar sukacita, berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Berapa lama tenggang waktu keberangkatan Maria ke pegunungan ini dengan penerimaan kabar gembira?  Berapa jauh perjalanan yang ditempuhnya? Apakah dia seorang diri pergi ke Yehuda, atau ada yang mendampinginya? Apakah dia berjalan kaki atau naik keledai?  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Apakah Maria sudah terbiasa ke rumah Zakharia? Atau masih harus bertanya-tanya di mana rumah pasutri Zakharia dan Elizabet? Mengapa yang diberi salam hanya Elizabet? Apakah karena fokus kunjungannya adalah kepada Elizabet? Atau memang Zakharia pada waktu itu sedang berada di tempat lain? Kata-kata salam apa yang diucapkan? Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus.  Sukacita dan kegembiraan dinikmati oleh Elizabet, karena kunjungan seorang Maria ke tengah-tengah keluarganya. Lonjakan anak yang ada dalam rahimnya adalah ungkapan sukacita keseluruhan jiwa dan badan Elizabet. Kunjungan Maria memang membawa sukacita, bahkan mendatangkan berkat Allah bagi orang lain. Elizabet dipenuhi oleh Roh Kudus.

'Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu'.  Elizabet mengakui siapakah orang yang ada di depannya itu. Dia adalah seorang perempuan yang benar-benar terberkati dari kaum perempuan lainnya. Elizabet tahu Siapakah yang ada dalam rahim perawan Maria yang ada di depannya itu. Rahimnya kudus, karena ada sang Kudus di dalamnya.   'Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?'  Elizabet merasa diri sebagai orang yang tak berdaya, tetapi mendapatkan kunjungan dari seorang yang agung dan mulia. Seorang ibu Tuhan mengunjungi seorang anak manusia seperti dirinya. Aku orang hina, akulah seharusnya datang kepadamu, dan bukan sebaliknya engkau yang malah mengunjungi aku.  'Sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan'.  Suara sapaan orang yang membawa berkat Tuhan memang memberi semangat dan kehidupan baru. Sapaan orang beriman membawa sukacita rohani dan jasmani bagi setiap orang yang dijumpai.

'Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'.  Mengapa terjadi peralihan kepada subyek kedua, dan bukannya tetap pada subyek pertama? Mengapa Elizabet tidak berkata kamu melainkan dia? Sepertinya dikenakan kepada setiap orang yang percaya kepada Tuhan, sebagaimana dilakukan oleh Maria? Elizabet memuji bahagia setiap orang yang mau percaya kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Percaya kepada Tuhan membuat segalanya bisa terjadi dengan indahnya. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.

'Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku. Maria merasakan sukacita dan bahagia. Hatinya penuh kasih dan kegembiraan. Maria merasakan kegembiraan, karena Tuhan Allah, Sang Penyelamatnya memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Maria sadar, bahwa mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia. Banyak orang akan memuji bahagia dirinya. Maria sadar akan semuanya itu, yang terjadi karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

Sebagai seorang beriman, Maria yakin bahwa rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Tuhan akan melimpahkan sukacita, sebagaimana dialaminya itu, juga kepada orang-orang lain, yakni mereka yang taat dan takut akan Dia. Tuhan akan memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya. Namun Tuhan Allah tidak segan-segan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya. Orang sombong akan diruntuhkannya dan diporak-porandakan. Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah. Allah selalu memberi pengharapan, bahwa segala yang baik akan terjadi pada orang-orang yang percaya kepadaNya. Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa. Dia menjungkir-balikkan segalanya, terlebih mereka yang merasa mapan akan dirinya dan tidak mau tahu terhadap orang lain. Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya. Israel menjadi pilihanNya, karena merekalah memang umat milik Allah semenjak semula; dan tentunya sisa-sisa Israel, yakni orang-orang yang dikasihiNya.

Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya. Mengapa Maria tinggal tiga bulan bersama Elizabet? Apakah hanya ingin menunggu kelahiran bayi yang dikandung Elizabet? Apakah Maria tahu dan hadir pada saat pentahiran Elizabet dan pemberian nama kepada anak yang baru dilahirkannya itu?

Segala yang indah dan mulia yang dimiliki Maria inilah yang mengkondisikan dirinya boleh menikmati sukacita abadi di surga. Gereja yakin sang ibu Tuhan telah menikmati kemuliaan surgawi, yang memang semuanya terjadi hanya karena Yesus Kristus sang Puteranya. 'Kristus sebagai buah sulung', Dialah Anak Manusia yang pertama kali masuk dalam kemuliaan surgawi, karena kematian dan kebangkitannya dari alam maut, maka demikian juga 'mereka yang menjadi milik-Nya, tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya' (1Kor 15: 23). Kristuslah sang Putera yang membuat Maria sang ibu Tuhan itu ikut terangkat ke surga penuh kemuliaan.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kehadiranMu selalu membawa berkat dan sukacita bagi setiap orang. Kiranya kami yang sudah menikmati berkat anugerahMu inipun mampu menjadi pembawa sukacita bagi setiap orang yang kami jumpai, terlebih menjadi saluran berkat bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan kami.

Santa Maria, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku'. Hanya Tuhan Allah yang membuat sukacita dengan sempurna.

Kedua, 'ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus'. Sapaan kita hendaknya membawa sukacita bagi sesama.

Ketiga, 'siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?'.  Kerendahan hati akan membuat komunikasi terjalin dengan indahnya.

Keempat, 'Kristus sebagai buah sulung, dan kemudian mereka yang menjadi milik-Nya, dan tiap-tiap orang menurut urutannya'. Maria memang layak mendahului kita, dan kita pun kelak juga akan menikmatinya, karena kita adalah orang-orang yang percaya kepadaNya






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis