Jumat Pekan Biasa XXI, 31 Agustus 2018

1Tes 4: 1-8  +  Mzm 97  +  Mat 25:  1-13

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus bersabda: 'pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.  Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.  Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.  Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.  Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!  Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.  Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.  Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.  Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!  Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya".

 

Meditatio

Jadilah orang bijak.  Sebab merekalah yang dapat menghadapi segala sesuatu. Orang-orang bijak adalah mereka yang siap sedia menghadapi segala sesuatu. Mereka selalu sedia payung sebelum hujan. Orang bijak adalah dia yang dapat memilih sesuatu yang baik dan benar bagi dirinya

'Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya', tegas Yesus, sebagaimana dikatakan Yesus mengakhiri perumpamaan yang diberikanNya. Setiap orang harus bijak dan siap sedia selalu untuk menyambut kedatangan Allah dalam setiap peristiwa hidupnya. Seperti gadis-gadis bijak tadi, mereka siap sedia kapan pun pengantin datang, karena memang mereka telah mempersiapkan diri dan mengkondisikan segala kemungkinan yang bisa terjadi.

Kedatangan Allah yang secara mendadak dan tiba-tiba ini apakah dimaksudkan agar setiap orang siap sedia meninggalkan dunia ini? Mungkin itu hanyalah salah satu peristiwa kehidupan. Namun lebih dari itu, perumpamaan mengajak setiap orang untuk siap sedia akan kedatangan sang Anak Manusia untuk kedua kalinya. Dia akan datang dalam kemuliaanNya, dan menghendaki supaya dimana Aku berada kamu pun berada (Yoh 14). Hanya orang yang siap sedia dapat menerima Dia dengan layak dan pantas. Bukankah orang-orang yang dalam kehadiranNya benar-benar menikmati hidup? Bukankah seperti yang dikatakan Paulus: bukan aku sendiri yang hidup, melainkan Kristuslah yang hidup dalam diriku, adalah mereka yang benar-benar menikmati hidup, dan layak dalam kasihNya?

Mungkin ada orang beranggapan berjaga-jaga terhadap kedatanganNya yang belum pasti adalah kebodohan, dan itulah kemungkinan pendapat orang-orang yang mencari hikmat. Namun tak dapat disangkal berjaga akan kedatanganNya adalah kebodohan salib yang mendatangkan keselamatan, karena yang kita tunggu yakni Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah (1Kor 1: 24).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, beri kami kebijaksanaan dalam bertindak dan siap sedia berjaga-jaga, agar dalam situasi apapun, kami kedapatan setia dalam tugas dan tanggungjawab kami. Terutama dalam menantikan kedatanganMu dan menikmati sukacita bersamaMu. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang'. Setiap orang hendaknya selalu siap akan kehadiran Tuhan, dan orang yang merasakan selalu kehadiranNya, akan selalu melakukan kebaikan terhadap sesamanya.

Kedua, berjaga akan kedatanganNya adalah kebodohan salib yang mendatangkan keselamatan, karena yang kita tunggu yakni Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet