Pesta Yesus menampakkan KemuliaanNya, 6 Agustus 2018

Dan 7: 9-17 + Mzm 97 + Mrk 9: 2-10


Lectio

Suatu hari pergilah Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."  Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.   Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."  Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. 

Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.  Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."


Meditatio

Suatu hari pergilah Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Mengapa hanya mereka bertiga yang diajak Yesus, bukankah duabelas orang murid telah dipilihNya? Apakah yang lain sibuk dengan pekerjaannya? Bukankah mereka bertiga ini mempunyai ambisius diri yang relatif tinggi? Di gunung itu mereka sendirian saja, tidak orang lain yang mengetahui mereka. Untuk apa mereka naik ke atas? Tidak diberitahukan terlebih dahulu kepada mereka sepertinya. Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. Kemilau-milauan cahayaNya sulit dibandingkan; kilauNya mengatasi kemampuan insani. Inilah tanda kehadiran yang ilahi. Semarak ilahi waktu itu dapat kita bandingkan dengan penglihatan Daniel (7: 9-14).  Nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.  ua tokoh besar dalam sejarah Perjanjian Lama hadir bersama dengan Yesus. Entah apa yang mereka perbincangkan. Penampakan kedua tokoh besar ini hendak mengatakan, bahwa Yesus minimal semartabat dengan para nabi besar. Kedudukan dan peran Yesus sama dengan mereka berdua.

'Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia', kata Petrus kepada Yesus.  Petrus tentunya bangga dan kagum akan keindahan ilahi yang ada di depan mata mereka.  Mereka sangat ketakutan di hadapan yang ilahi amatlah wajar. Mereka takut, karena sadar diri sebagai umat manusia berdiri di hadapan kekuatan ilahi, apalagi adanya tokoh-tokoh besar dalam penampakkan itu. Ketakutan mereka dimaksudkan adalah sikap keberundukan diri di hadapanNya yang mengagumkan itu. Hanya saja Markus menuliskan:  ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Entah apa maksudnya? Tidak ada yang perlu dikatakan memang, selain tinggal bersamaNya yang penuh sukacita ini. Bagi mereka, para nabi, memang amat layaklah jika didirikan kemah, sedangkan kami cukuplah di sini, sudah bangga hati kami.

Apa yang kita katakan seandainya kita mengalami peristiwa seperti Petrus, Yakobus dan Yohanes? Mungkinkah kita akan mengalaminya?

Datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: 'inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia'. Suara itu begitu terdengar, sepertinya hendak menjawabi kemauan baik Petrus bersama kedua kawannya. Tidaklah penting mendirikan kemah-kemah itu, sebaliknya mereka diminta untuk berani mendengarkan sang Anak Manusia. Bukankah yang masuk Kerajaan Surga adalah mereka yang mendengarkan perintah-perintah Bapa di surga? Bukan karena saudara dan saudari dalam kaitan keluarga, apalagi kalau sekedar hanya membuatkan kemah.  Waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. Bukan Elia atau Musa yang dinyatakan, melainkan Yesus Kristus sendiri. Selama ini Yesus memang tidak pernah menyebutkan siapakah diriNya, sekarang Allah sang Empunya kehidupan sendiri menyatakan, bahwa memang Dialah Anak yang dikasihiNya, dan hanya kepadaNyalah Bapa berkenan.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, sungguh Engkau sendiri yang hadir menampakkan kemuliaanMu dalam hidup kami, kiranya kami sungguh-sungguh dapat mempersiapkan diri untuk menerima kehadiranMu yang mendatangkan sukacita dan kebahagiaan bagi setiap umat manusia. Amin

 

Contemplatio

Pertama, nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Dari penampakan ini, kita dapat mengenal siapakah Yesus.

Kedua, 'inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia'. Allah menghendaki kita mendengarkan Yesus, dan bukan yang lain.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis