Rabu Pekan Biasa XIX, 15 Agustus 2018

Yeh 9: 1-7 + Mzm 113 + Mat 18: 15-20


Lectio

Pada waktu itu berdabdalah Yesus: "apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.  Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.  Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.  Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."


Meditatio

'Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata', kata Yesus kepada para muridNya. Adanya kekurangan sesama, bukanlah untuk dibicarakan atau dibahas dengan orang lain, melainkan harus segera diselesaikan dan diperbaiki. Berbicara empat mata adalah perihal yang amat konfirmatif satu sama lain. Jika saudaramu bersalah dan berdosa, kamu pun ikut bertanggungjawab kekurangannya.  'Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan'. Seperti pohon ara yang tak berbuah, Yesus meminta para penggarap untuk mencangkul dan menyuburkan tanah sekitar pohon itu terlebih dahulu, siapa tahu tahun depan berbuah. Kita terus diajak untuk mengingat saudara kita dengan sikap penuh kasih, sebagaimana Allah sendiri adalah Kasih.  'Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai'. Penegasan Yesus sepertinya amat berjenjang. Seseorang yang berdosa harus diselamatkan, diajak kembali bertobat dan berdamai dengan Allah. Kita ajak orang lain untuk memperbaiki sesama yang bersalah, hanya dimaksudkan agar dia kembali bertobat dan mengasihi Allah dengan segenap hati. Ketidakmauan orang kembali berdamai dengan Allah tidak ubahnya orang yang tidak mengenal Allah atau pemungut cukai. Orang yang tidak mengenal Allah adalah orang yang memang tidak mau tahu akan Allah, dan terhadap sesama. Yesus menyebut para pemungut cukai hanya untuk mempertajam persoalan saja, dan bukan merendahkan mereka.

Ajakan bertobat terhadap mereka yang berdosa tak ubahnya membebaskan seseorang dari ikatan atau cap orang berdosa, yang mudah kita berikan kepada sesama kita. Ajakan mengingatkan orang lain sebenarnya juga terhadap kita sendiri agar kita mudah memaafkan sesama kita. Keberanian mengajak orang kembali bertobat mengingatkan kita untuk selalu berbagi kasih terhadap sesama. 'Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga', tegas Yesus.

'Aku berkata kepadamu: jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga', tegas Yesus. Mengapa bisa begitu?  'Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka'.  Kehadiran Anak Manusia, kehadiran Yesus Kristus sendiri di tengah-tengah para muridNya, di tengah-tengah kita umatNya, memberi jaminan bahwa segala permohonan kita mendapatkan jaminan untuk dikabulkan. Bagaimana kita dapat memahami hal ini? Sungguh segala permohonan yang kita mohon bersama-sama selalu mendapatkan pengabulan? Pernahkah kita merasakan dan mengalaminya? Apakah pengabulan doa-doa permohonan yang kita panjatkan terkabulkan juga pada saat itu, atau kita diminta mengambilnya sendiri? Bukankah Tuhan tidak pernah melempar segala karunia dan berkatNya? Namun kiranya semakin kita pahami maksud Yesus, bahwa dalam komunitas yang berdamai, di mana antar anggota satu dengan yang lain saling meneguhkan dan menguatkan, tidak mencari kepuasan diri sendiri, bahkan tidak mau menjadi batu sandungan bagi sesama, doa-doa yang kita lambungkan akan menyenangkan hati Tuhan dan mendatangkan rahmat dan berkat.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jadikanlah hati kami hati yang mudah untuk mengampuni terhadap mereka yang bersalah kepada kami. Agar bukan hanya kami yang bertobat, tetapi orang lainpun mengalami pertobatan dan menikmati kasihMu yang menyelamatkan. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata'. Kita harus berani menyelamatkan orang agar tidak tenggelam dalam dosa.

Kedua, 'sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'. Ajakan Yesus untuk selalu berani memaafkan dan mengampuni sesama. Bukankah kita diajak untuk ambil bagian dalam karya penyelamatan?

Ketiga, 'Aku berkata kepadamu: jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga'.  Semuanya ini bisa kita nikmati dalam komunitas yang berdamai.

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018