Sabtu Pekan Biasa XIX, 18 Agustus 2018

Yeh 18: 1-10 + Mzm 51 + Mat 19: 13-15



Lectio

Pada waktu itu datanglah orang-orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-muridNya memarahi orang-orang itu.  Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."  Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.


Meditatio

Pada waktu itu datanglah orang-orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka.  Suatu tindakan yang amat baik: mengajak anak-anak mengenal Yesus, sekaligus memohon berkat bagi mereka.  Orangtua memang harus berbuat terbaik bagi anak-anaknya. Semakin sering orangtua membawa anak-anaknya kepada Yesus berarti mengkondisikan anak-anak, buah hati keluarga, mengenal Tuhan Allah, dan membiasakan mereka meminta berkat daripadaNya. Membiasakan anak-anak meminta berkat dari Tuhan Yesus mengingatkan mereka semua sebagai ranting-ranting anggur yang tak dapat hidup lepas dari pokoknya.

Akan tetapi murid-muridNya memarahi orang-orang itu.  Mengapa mereka melarangnya? Apakah kedatangan anak-anak membuat suasana gaduh? Bukankah keselamatan juga harus mulai dinikmati oleh anak-anak kita?  Pengenalan akan Kristus Tuhan sebagai sang Kehidupan haruslah dimulai semenjak awal. Perhatian terhadap anak-anak memang tidak menghasilkan rejeki, malah kita harus memberi kepada mereka; tetapi tidak dapat disangkal, apa yang kita lakukan bagi mereka merupakan investasi nyata akan kehidupan. Memperkenalkan Yesus kepada anak-anak kita, karena memang dari mereka akan mulai dimintai pertanggunganjawab sebagai orang benar di hadapan Tuhan (bdk Yeh 18: 1-10). Terbiasanya mereka melakukan segala yang baik dan benar semenjak semula akan menguduskan hati dan budi mereka.  'Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga', tegas Yesus. Sikap anak-anak yang selalu membutuhkan uluran tangan kedua orangtuanya menyenangkan hati Tuhan. Karena sikap seperti itulah juga yang seharusnya dinyatakan setiap orang dalam perjalanan hidup ini. Mereka, kita semua, harus berani menaruh harapan hanya kepada Tuhan, sang Empunya kehidupan. Hanya pada Tuhanlah aku dapat menikmati hidup ini dengan penuh syukur. Karena memang 'Engkau harta dan milik pusakaku, ya Tuhan' (Mzm 16).    Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dampingilah kami semua dalam mendampingi keluarga kami masing-amsng. Kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau menempatkan kami dalam keluarga, sebagaimana Engkau sendiri pernah merasakannya dalam keluarga Nazaret.

Berkatilah keluarga kami, ya Tuhan. Letakkanlah tanganMu atas anak-anak kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, pada waktu itu datanglah orang-orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka.  Orangtua selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Kedua, 'biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga'. Orang-orang kecil dan tak berdaya memang empunya kehidupan ini. Mari kita merunduk di hadapanNya yang kudus.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet