Sabtu Pekan Biasa XVII, 4 Agustus 2018

Im 25: 8-17  +  Mzm 67  +  Mat 14: 1-12



Lectio

Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.  Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."  Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.  Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"  Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.  Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.  Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."  Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.  Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.


Meditatio

Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah, padahal Dia tidak bersuara, batang gelahah tidak dipatahkanNya, sumbu yang berkedip-kedip tidak dipadamkanNya, tetapi suaraNya terdengar juga sampai ke mana-mana. Herodes sang penguasa pun sempat mendengarNya. Mendengar semuanya itu berkatalah Herodes kepada pegawai-pegawainya: 'Dia adalah Yohanes Pembaptis; Dia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya'. Herodes sepertinya terkenang sungguh siapakah Yohanes Pembaptis itu. Herodes pernah menangkap Yohanes, memenjarakannya, dan membunuhnya.

Yohanes pernah menegor Herodes: 'tidak halal engkau mengambil Herodias!'. Herodias adalah isteri Filipus saudaranya. Teguran Yohanes menggelisahkan dirinya, dan membuat hatinya panas.  Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Herodes tidak mau kehilangan nama hanya gara-gara membunuh seseorang, apalagi dia bukan lawan politik. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.  Kehadiran seorang anak memang selalu menyukakan hati orangtuanya; apalagi dia adalah sang buah hati, anak kesayangannya.  Atas hasutan ibunya, anak perempuan itu meminta: 'berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam'. Herodias ternyata juga seseorang yang terluka. Antara Herodes dan Herodias terjadi perselingkuhan politik dan hati. Kalau pun sedih hati, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.  Herodes tidak mau kehilangan harga diri di hadapan banyak orang.  Dipenggallah kepala Yohanes, dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Di mana-mana tidak ada nabi yang dihormati itulah yang seharusnya dikatakan oleh Yesus. Bukankah perumpamaan tentang para penggarap kebun anggur telah menegaskannya? Berpihak pada Allah dan kebenaranNya akan selalu berhadapan dengan kematian. Itulah yang dialami oleh Yeremia juga, karena nubuat yang disampaikannya kepada kaum Yehuda (Yer 26: 1-16).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, berilah kami hati yang teguh dalam mengikut Engkau, sebab begitu banyak tantangan yang harus kami hadapi dalam mewartakan sabdaMu, tetapi kami percaya Engkau tidak pernah meninggalkan kami berjuang sendiri.

Santo Yohanes Maria Vianney, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Dia adalah Yohanes Pembaptis; Dia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya'. Pengenalan yang amat terbatas. Demikian juga terjadi pada kita, maka baiklah kalau kita selalu membuka diri akan sabda dan kehendakNya, agar kita semakin mengenal Dia sebenarnya.

Kedua, berpihak pada Allah dan kebenaranNya akan selalu berhadapan dengan kematian. Itulah yang dialami Yohanes Pembaptis. Kiranya kita tidak takut untuk setia mengikuti Dia, yang sudah kita percayai.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018