Sabtu Pekan Biasa XVIII, 11 Agustus 2018

Han 12: 12-20 + Mzm 9 + Mat 17: 14-20



Lectio

Ketika Yesus dan murid-muridNya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.  Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."  Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"  Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga. 

Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"  Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu".


Meditatio

Ketika Yesus dan murid-muridNya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah. Siapakah nama orang itu dan apakah sebelumnya dia sudah pernah mendengar pengajaran sang Guru, sehingga berani datang kepadaNya, tidak tersurat. Minimal dia mempunyai kepercayaan kepada Yesus, walau amat relatif kualitasnya. 'Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.  Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya'.  Orang ini percaya juga kepada para muridNya, tetapi dengan menjumpai Yesus dapat diartikan bahwa naik banding, karena ketidakpuasannya menerima pelayanan para murid?  Maka kata Yesus: 'hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!'. Teguran yang cukup keras diberikan Yesus kepada mereka. Ketidakpercayaan menghalangi terjadinya sebuah mimpi indah yang menjadi dambaan seseorang. Sepertinya bukan kesalahan para murid, melainkan ketidakpercayaan orang inilah yang menjadi penghalang datangnya rahmat dan berkat daripadaNya.  Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga. Yesus memang adalah Seorang yang penuh kuasa. Kuasa Yesus mengatasi ketidakpercayaan seseorang

Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: 'mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?'. Para murid mengakui keberadaan dirinya. Apakah mereka merasa minder dan tersinggung dengan ucapan orang yang tidak dikenal itu?  'Karena kamu kurang percaya', tegas Yesus kepada mereka. Kepercayaan memampukan seseorang melakukan segala bagi dirinya sendiri dan juga sesamanya. Kekurangpercayaan para murid menghambat datangnya rahmat dan berkat bagi banyak orang, sekaligus menjadi hambatan saluran berkat bagi sesamanya. Kalaupun memang kasih Allah mengatasi segala, kepercayaan pendoa ataupun peminta berkat kiranya saling menyempurnakan satu sama lain. 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah'. Iman menjadikan segalanya mungkin adanya.  'Takkan ada yang mustahil bagimu', tegas Yesus.  Sekali lagi, bila kita mempunyai iman kepercayaan, sekecil apapun itu, akan mendatangkan berkat bagi kita dan orang lain. Iman Zakheus pun amatlah kecil: hanya ingin melihat rupa Yesus, tetapi mampu membuat Yesus tinggal bermalam di rumahnya. 'Iman menjadi bekal bagi orang benar' (Hab 2: 4).

Apakah kita mempunyai iman? Berkat iman, kita menikmati aneka yang indah dan membahagiakan. Kiranya kita nikmati selalu, dan bagikan kepada keluarga kita, dan itulah yang memang diminta Tuhan dari kita: 'apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun' (Ul 6: 6-7). Kita nikmati untuk selalu berbagi keselamatan.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukan kami untuk tetap teguh dan beriman kepadaMu, ketika harus menghadapi pelbagai halangan dan tantangan hidup. Bahwa semuanya dapat teratasi dengan baik, sebab Engkau selalu menyertai dan mendampingi setiap orang yang percaya kepadaMu.

Santa Klara, doakanlah kami selalu. Amin.

 

Contemplatio

'Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?'. Ada keinginan dalam diri kita untuk selalu berbuat baik. 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah'. Hanya orang beriman yang mampu menjadi saluran berkat bagi sesama.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018