SabtuPekan Biasa XX, 25 Agustus 2018

Yeh 43: 1-7 + Mzm 85 + Mat 23: 1-12


Lectio

 Suatu hari berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-muridNya, kataNya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

 

Meditatio

Berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-muridNya, kataNya: 'ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa'. Apa maksud Yesus dengan mengatakan ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa? Yang dimaksud tentunya bahwa mereka 'memiliki wibawa resmi', yaitu pengajar dan penafsir hukum Musa. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai kedudukan sosio-religi dalam bangsa Israel. Mereka adalah orang-orang hebat dan diakui. Karena itu, 'turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu'. Mereka adalah orang-orang terpilih.

'Tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya', tegas Yesus. Ada suatu pertentangan rupanya, antara ajaran dan perbuatan, sehingga Yesus memberi peringatan. Mengapa bisa seperti itu? Sebab ternyata mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.  Mereka berbicara dan mengajarkan, bahkan dengan berteriak-teriak, tetapi mereka sendiri tidak melakukan. Mereka benar orang-orang munafik. Mereka mewajibkan orang orang lain, tetapi tidaklah demikian dengan dirinya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Mereka melakukan segala sesuatu yang baik hanya supaya dilihat, dipuji dan dihormati orang. Mereka benar-benar tebar pesona di mana pun mereka berada.  Itulah kemunafikan sikap ahli Taurat dan orang Farisi yang dikritik Yesus.

Hendaknya kamu tidak mencari kehormatan diri. 'Janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara'. Yesus benar-benar menyadarkan para murid, bahwa mereka semua adalah saudara, dan bahwa DiriNyalah Guru, yang mengajarkaan kehidupan dan sabda Tuhan sendiri. Dan memang Engkaulah sang Guru yang tidak mencari muka, dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah. 'Janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias'. Bapa yang sejati adalah Dia sang Empunya kehidupan ini. Dialah Sang Pencipta, Dialah sang Kehidupan. Hanya Dialah yang layak dipanggil Bapa, dan bukan yang lain.  Pemimpin kita adalah Mesias, karena hanya Dialah yang mengarahkan dan menghantar kita kepada keselamatan. Dialah yang diutus Bapa, dan hanya kepadaNya Bapa berkenan, dan hanya melalui Dialah, setiap orang sampai kepada Bapa.

'Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'. Seperti jawaban terhadap ibu Yakobus dan Yohanes (Mat 20:26), orang yang meninggikan diri tidak akan mendapatkan tempat dalam Kerajaan Allah. Orang besar dan hebat, bila dia benar-benar menjadi sesama bagi orang lain; dia selalu berbagi kasih terhadap sesamanya. Keberanian berbagi kasih menegaskan kepada banyak orang, bahwa Tuhan Allah ada di tengah-tengah umatNya (lih. Mzm 85).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau mengajari kami untuk selalu bersikap rendah hati dalam pergaulan sehari-hari. Semoga Engkau juga meneguhkan kami, agar kami tetap setia dalam menjadikan diri ini berkat bagi sesam. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya'. Kata-kata inilah yang juga disampaikan Yesus kepada kita, seandainya kita mendapati para pengurus Gereja atau pejabat pemeritahan yang tidak menghayati tugas perutusannya.

Kedua, semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang. Hendaknya kita tidak mencari upah dari sesame kita dalam berbuat baik.

Ketiga, 'barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'. Mari kita menjadi sesame bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.

Keempat, 'janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias'.  







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet