Senin Pekan Biasa XIX, 13 Agustus 2018

Yeh 1: 2-5 + Mzm 148 + Mat 17: 22-27



Lectio

Pada waktu Yesus dan murid-muridNya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-muridNya itu pun sedih sekali.

Ketika Yesus dan murid-muridNya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?" Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?" Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya. Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."


Meditatio

Pada waktu Yesus dan murid-muridNya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: 'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan'. Yesus mengingatkan kembali spiritualitas hidupNya. Bukankah Dia baru saja menyampaikan hal itu, ketika bersama para muridNya di Kaisarea Filipi? Tidak ada yang berkomentar; tidak ada yang berkata-kata perkataan ini keras. Semuanya diam, tetapi tidak dapat disangkal hati murid-muridNya sedih sekali dibuatNya.

Ketika Yesus dan murid-muridNya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: 'apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?'. Petrus memang menjawab: 'membayar', tetapi kiranya mengapa pertanyaan itu sampai terlontar. Apakah komunitas Yesus terlambat membayar? Ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: 'apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?'. Yesus mendengar pertanyaan si pemungut bea tadi tentunya. Jawab Petrus: 'dari orang asing!'. Apa memang demikian? Lalu bagaimana partisipasi warga masyarakat? Bukankah Yesus sendiri telah mengingat apa yang perlu kita berikan Kaisar, segaa yang wajib kita berikan kepadanya? 'Jadi bebaslah rakyatnya', sahut Yesus, 'tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga'. Menarik kali. Apakah memang dibedakan pajak guru dan murid? Mukjizat yang diadakan Yesus tetap mengandaikan mereka harus berusaha, yakni dengan memancing.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu menghayati hidup sebagai muridMu, yang mampu memanggul salib kehidupan kami. Dan juga dapat memberi batasan antara kewajiban terhadap Engkau dan terhadap hukum aturan yang berlaku di mana kami berada. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan'. Inilah spiritualitas Yesus, spiritualitas kristiani; dan tentunya semua orang harus berani menikmatinya.

Kedua, 'apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?'. Ini mengingatkan, bahwa perhatian kita akan hidup religious tidak membebaskan kita dari hukum alam dan masyrakat.

Ketiga, 'janganlah kita menjadi batu sandungan bagi mereka'. Kebaikan yang kita lakukan, hendaknya tidak menjadikan batu sandungan bagi orang, bahkan membuat mereka jatuh.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis