Senin Pekan Biasa XXI, 27 Agustus 2018


2Tes 1: 1-5 + Mzm 96 + Luk 7: 11-17

 

Lectio

 Suatu hari Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-muridNya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

 

Meditatio

Suatu hari Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-muridNya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Adakah intensi lain, selain pewartaan Injil Kerjaan Allah, Yesus pergi ke kota itu?  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Banyaknya orang yang melayat menunjukkan keluarga janda ini mempunyai nama harum ditengah-tengah masyarakat. Keberadaan diri sebagai janda tidak menutup kemungkinan keluarga ini banyak berperan di dalam masyarakat.

Ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: 'jangan menangis!'. Tergerak hati Yesus, bukan karena anak laki-lakai tunggal, melainkan karena ibu janda itu. Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: 'hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!'. Yesus berkuasa atas hidup dan mati, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan ini. Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata. Dia, yang telah mati, hidup kembali. Lalu Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Sang ibulah pemilik kehidupan anak-anak di dalam keluarga. Kedua orangtua yang bertanggungjawab atas mereka, karena memang mereka telah mendapatkan kepercayaan dari Tuhan sendiri untuk menumbuh-kembangkan kasih yang telah ditaburkan Tuhan Allah bagi umatNya. Anak muda itu diserahkan kepada ibunya, karena status sang ibu adalah janda.  

Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: 'Seorang Nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah telah melawat umat-Nya'. Sebuah pengakuan indah dari orang-orang yang melihat dengan mata kepala sendiri kasih Tuhan yang menghidupkan, yang memperhatikan keberadaan setiap umatNya. Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Tanggungjawab sebagai seorang ibu inilah juga yang dirasakan Monika. Dia hanya mampu berdoa dan berdoa bagi keluarganya, dan memang sungguh mendatangkan berkat Tuhan dengan bertobatnya suami dan anaknya. Kiranya ucapan dan syukur santo Paulus juga dapat kita kenakan pada santa Monika, yang telah berjuang dan berjuang dengan imannya yang teguh itu. 'Kami wajib mengucap syukur kepada Allah karena kamu, Monika, karena imanmu makin bertambah. Kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu' (lih 2Tes 1: 4-5).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, santa Monika menjadi kebanggaan Gereja dalam mendampingi keluarga. Semoga keluarga-keluarga umatMu, Engkau teguhkan selalu agar mereka semua setia dalam kepercayaan yang telah Engkau berikan kepada mereka.

Santa Monika, doankalha kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Belaskasih Tuhan ternyata sering dikenakan Tuhan sendiri pada setiap orang setia menaruh perhatian kepadaNya.

Kedua, 'kami wajib mengucap syukur kepada Allah karena kamu, Monika, karena imanmu makin bertambah. Kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu'. Monika menjadi kebanggaan Gereja, karena kesetiaanya berkanjang dalam doa.






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet