Hari Mingu Pekan Biasa XXIII, 9 September 2018

Yes 35: 4-7 + Yak 2: 1-5 + Mrk 7: 31-37


Lectio

Pada suatu kali Yesus meninggalkan daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus meninggalkan daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Mengapa Yesus harus lewat kota-kota itu? Bukankah daerah itu di luar Israel? Bukankah Dia sediri pernah melarang para muridNya masuk kota Samaria? Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Meletakkan tangan sepertinya rumus umum dalam karya penyembuhan. Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: 'efata! terbukalah!'. Yesus malah memakai rumusan yang lebih lengkap, dan disertai gerakan-gerakan yang menarik perhatian banyak orang. Mengapa Yesus melakukan semuanya itu? Mengapa Yesus menampakkan karya demonstratif, padahalnya dengan sabdaNya saja semuanya menjadi baik adanya? Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.

Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga, tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: 'Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata'. Semuanya bisa terjadi dengan indahnya, karena Yesus adalah Tuhan Allah. Dialah Mesias. Terpenuhilah yang dinubuatkan nabi Yesaya: 'lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu! Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan'. Kedatanagn Yesus adalah kedaanag Tuhan Allah di tengah-tengah umatNya.

Mampukah kita juga melihat segala yang indah dan mulia yang menampakkan kehadiran Tuhan? Apakah kita hanya berani mengatakan kalau terjadi aneka mukjizat saja?

Tuhan Ysus melakukan aneka kebaikan tanpa membedakan-bedakan umatNya. Kasih Allah tidak hanya ditampakkan hanya kepada mereka kaum Israel, umat pilihan. Bukankah Dia murah hati, yang menurunkan hujan bagi setiap orang? Kita tunjukkan bahwa kita juga mampu bermurah hati kepada sesama tanpa memandang muka sebagiamana diharapkan oleh santo Yakobusi dalam suratnya itu (2: 1-5). Apalagi seringkali Tuhan memilih orang-orang yang dipandang hina menajdi ahli-ahli waris KerajaanNya.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau berbuat baik bagi setiap orang. Buatlah kami juga mampu melakukan aneka kebaikan terhadap sesame tanpa memandang muka, dan ajarilah kami semakin mampu melihat segala kebaikanMu yang terpancar dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'efata! terbukalah!'. Yesus membuka kehidupan baru bagi kita semua.

Kedua, 'Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata'. Semuanya membuktikan bahwa Allah sungguh-sungguh hadir di tengah-tengah umatNya.

Ketiga, hendaknya kita juga berbuat baik kepada setiap orang tanpa memandang hina, sebab tak jarang 'Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018