Jumat Pekan Biasa XXII, 7 September 2018

1Kor 4: 1-5 + Mzm 37 + Luk 5: 33-37


Lectio

Pada suatu kali orang-orang Farisi itu berkata kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa." Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."

 

Meditatio

Pada suatu kali orang-orang Farisi itu berkata kepada Yesus: 'murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum'. Bukankah puasa adalah sebuah pengudusan diri? Bukankah puasa tanda pertobatan seseorang? 'Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?', sahut Yesus kepada mereka. Yesus malah balik menantang mereka? Apakah kita harus berpuasa, bila memang kita harus mendampingi sang pengantin? Apakah kita masih harus berpuasa selama selalu bersama Yesus Tuhan? Bukankah Yesus sendiri akan mengingatkan dan menegur kita, kalau kita selalu bersama denganNya? Berpuasa adalah usaha kita unutk mengendalikan diri, sebaliknya bersamaNya, Yesus akan mengendalikan hidup kita. Selama kita selalu bersama Kristus Tuhan, tidaklah perlu kita berpuasa dan mengendalikan diri. Yesus sendri akan membimbing dan mendampingi kita.

'Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Kapan Yesus diambil dari tengah-tengah muridNya? Ketika Yesus berada di taman Getzemani, terlebih ketika Dia memanggul salib dan bergantung padanya.  Saat itulah para murid, kita semua, harus berpuasa, memanggul salib secara istimewa bersamaNya. Berpuasa hendaknya kita lakukan ketika kita mengenang salib dan penderitaan Kritus.

Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: 'tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: anggur yang tua itu baik'. Ajaran tentang berpuasa adalah ajaran baru yang disampaikanNya. Berpuasa hanya bisa dimengerti dan memang mendatangkan berkat dan rahmat, kalau memang dilakukan dalam mengenang sengsara dan penderitaanNya. Berpuasa berarti kita diajak bersengsara dan memanggul salib secara khusus bersamaNya. Kalau kita mampu bertindak sebagai kantong baru, maka kita akan dapat menerima ajaran Yesus dengan sukacita, sebab Dialah adalah Anggur barukita.

Apakah pertanyaan kaum Farisi di atas bisa dikatakan sebagai bentuk penghakiman, sebagaimana disampaikan oleh Paulus? (1Kor 4: 5). Kalau pertanyaan mereka benar-benar mengungkapkan kegelisahan jiwa tidaklah salah. Amatlah tepat, kalau mereka bertanya dan bertanya. Sebaliknya kalau mereka hanya ingin mencari kekurangan dan kesalahan komunitas baru ini, apalagi komunitas sang Empunya kehidupan, adalah sebuah penghakiman yang seharusnya tidak mereka lakukan. Sepertinya mereka kurang siap sedia menerima ajaran baru, sebagaimana dikatakan Yesus, bahwasannya mereka itu bagaikan kantong lama yang tidak siap menerima anggur baru.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami seringkali mengalami kesulitan dalam memahami kehendakMu, karena  kami sering terikat konsep lama yang meninabobokan diri. Ajarilah kami untuk selalu terbuka akan pengajaranMu yang menyelamatkan.

 

Contemplatio

Pertama, 'dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?'. Selama seseorang selalu bersama Yesus, dia tidak perlu berpuasa, karena Yesus sendiri yang membimbingnya.

Kedua, 'akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Puasa hanya dilakukan sejauh orang mengenangkan sengsara dan salib Yesus Kristus, karena memang pada saat-saat itulah orang diminta tetap setia.

Ketiga, 'anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula'. Setiap orang harus siap sedia menerima kabar sukacita ilahi, yang memang tidak selalu sesuai dengan kemauan kita. Kita yang harus mengikuti Dia, dan bukan sebaliknya.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet