Kamis Pekan Biasa XXII, 13 September 2018

1Kor 8: 1-13 + Mzm 139 + Luk 6:  27-38



Lectio

Pada suatu hari bersabdalah Yesus:  "kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;  mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.  Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.  Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.  Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.  Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.  Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

 

Meditatio

'Aku berkata: kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu', tegas Yesus kepada orang-orang yang mendengarkan pengajaranNya. Mengasihi musuh? Dilawan dan dimusuhi orang saja sudah tidak mengenakkan, apalagi harus mengasihi mereka juga. Siapakah musuh kita? Semua orang yang melawan, menantang dan membenci kita tentunya; bahkan tak jarang mereka itu ada dalam rumah kita. Seharusnya tidak boleh terjadi, tetapi itulah, terjadi juga perlawanan dan permusuhan dalam rumah tangga. Kita harus berani mengasihi mereka, memberkati dan mendoakan mereka.  

'Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu'. Inilah kasih.  'Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu'. Inilah murah hati.  'Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka'. Kita harus berani mengawalinya dalam berbagi kasih.  

'Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.  Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak'. Orang berdosa pun mampu saling mengasihi, berbuat baik dan saling meminjamkan antar mereka. Kalau kita sebatas melakukan semuanya itu sama dengan mereka, apalah artinya iman kepercayan kita terhadap Tuhan dan sesama. Orang yang percaya dan berimankan kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan haruslah mempunyai kelebihan dengan mereka kaum berdosa, yang tidak mengenal Allah (bdk. Mat 5: 47).  'Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat', pinta Yesus.  'Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati'. Sebagai orang-orang beriman, hendaknya kita bersikap dan bertindak meneladani Tuhan Allah, dan bukannya menyamakan diri dengan mereka yang melawan Allah.

'Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni'.  Sebagaimana kita menginginkan orang lain berbuat baik kepada kita, maka kita dimintai mendahului mereka melakukan kebaikan dan kebajikan terhadap mereka. Mendahului dalam berbagi kasih.  'Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu'. Inilah aturan hidup bersama. Kalaupun kita mampu berbuat baik, janganlah juga perbuatan baik itu menjdi batu sandungan bagi orang lain (1Kor 8). Membuat orang tersangdung dan jatuh, kita ikut bertanggungjawab .

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berat memang bagi kami untuk mengasihi, mengampuni dan memberi kepada mereka yang membenci kami, tetapi berkat kasihMu, Engkau mampukan kami untuk semakin berani dalam melakukan kehendakMu.  Jadikanlah kami orang-orang yang murah hati.

Santo Krisostomus, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati'. Yesus benar-benar meminta kita menjadi orang yang benar-benar baik, dan tidak asal mampu berbuat baik.

Kedua, 'jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian'. Menjadi orang-orang kristiani berarti menjadi orang-orang hebat dan bertanggungjawab.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet