Kamis Pekan Biasa XXIV, 20 September 2015

1Kor 15: 1-11 + Mzm 118 + Luk 7: 36-50


 

Lectio

Pada suatu hari seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.  Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.  Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kakiNya, lalu membasahi kakiNya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kakiNya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.  Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa."  Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru." "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.  Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"  Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu."  Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kakiKu, tetapi dia membasahi kakiKu dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.  Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kakiKu. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kakiKu dengan minyak wangi.  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."  Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."  Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"  Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

 

Meditatio

Pada suatu hari seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.  Sejauh mana pengenalan orang Farisi itu, sehingga dia berani mengundang Yesus? Apakah Yesus juga memperhitungkan maksud undangan orang Farisi itu? Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Perempuan itu punya nama di kota itu, hanya saja tidak disebutkan siapakah dia itu. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.  Siapakah yang memberitahukanNya kepada dia? Apakah kehadiran Yesus mengundang perhatian banyak orang, sehingga dia pun sempat mendengarNya? Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kakiNya, lalu membasahi kakiNya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kakiNya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.  Pemberani sungguh perempuan satu itu. Dia tidak kuatir dan gelisah dengan orang-orang besar yang mengenalinya. Dia tidak mau tahu dengan komentar orang terhadap dirinya. Dia maju ke depan, dan dia tahu benar Siapakah yang hendak dicarinya. Anehnya semua orang yang ada di situ diam seribu bahasa tidak berkomentar sedikitpun.  

Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: 'jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa'. Semua ternyata takut berkomentar, walau dalam hatinya mereka memprotes keras tindakan itu. Itulah yang dikatakan dalam hati orang Farisi ini. Orang Farisi ini sepertinya meragukan kenabian Yesus. Sebagai tuan rumah seharusnya berhak bertanya mengapa Yesus membiarkan perempuan berdosa itu bertindak demikian.  'Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu', kata Yesus. 'Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.  Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?'. Sebuah perumpamaan yang sangat sederhana. Orang yang banyak menerima tentunya banyak pula memberi.  Jawab Simon: 'aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya'. Orang Farisi itu dapat menjawabNya dengan mudah; dan Yesus membenarkannya. 'Engkau lihat perempuan ini?', tegas Yesus kepada orang Farisi itu.  'Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kakiKu, tetapi dia membasahi kakiKu dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.  Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kakiKu. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kakiKu dengan minyak wangi'. Yesus membandingkan orang Farisi itu dengan wanita yang melayani diriNya itu.  'Sebab itu Aku berkata kepadamu: dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih'. Perbuatan kasih, yang memang dilandasi perasaan iman yang dimiliki perempuan berdosa itu mendatangkan berkat dan pengampunan dari sang Empunya kehidupan.  'Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih', tegas Yesus. Lalu perempuan berdosa ini sebenarnya termasuk yang mana? Apakah dia telah mendapatkan pengampunan atau belum? Atau memang dia mengharapkan pengampunan, sehingga dia berani melakukan sebuah tindakan yang sulit dan tidak masuk di akal?

'Dosamu telah diampuni', kata Yesus kepada perempuan itu. 'Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!'. Perempuan itu memang datang kepada Yesus karena dia percaya dan percaya kepada sang Guru. Kepercayaannya itulah yang menomerduakan segala yang lain. Dia berani dating hanya karena percaya kepadaNya. Dia melakukan segala sesuatu, di luar kemampuan nalar insaninya, hanya karena iman kepercayaannya kepada Tuhan. Iman itulah yang memang menyelamatkan dirinya. Iman itulah yang mendatangkan rahmat pengampunan dari Empunya kehidupan. Yesus sendiri tidak memperhitungkan segala keterbatasan dan dosa yang dimiliki orang-orang yang datang kepadaNya. Kedatangan setiap orang kepadaNya membuat hati Tuhan bersuka cita, dan semakin membuat hatiNya terarah kepada umatNya.

'Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?', kata orang-orang Farisi, sekelompok orang yang tahu banyak tentang kitab suci, tetapi tidak menemukan kehadiran Dia yang tersurat dalam kitabNya yang kudus. Perempuan berdosa ini ternyata lebih mengenal Anak Manusia yang datang hendak menyelamatkan, daripada mereka kaum Farisi yang banyak membaca kitab suci. Kesalahan mereka membaca, tetapi tidak melaksanakan segala yang tersurat dalam kitab suci itu.

Bagaimana kita? 'Saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya' (1Kor 15: 1-2). Kiranya peringatan Paulus ini menjadi perhatian kita dalam menekuni kitab suci.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk berani datang kepadaMu, sebab memang semenjak semula Engkau mengundang dan mengundang kami. Engkau malah memberi kami rahmat dan keselamatan. Semoga kami menikmatinya dengan penuh syukur, dan membaginya terhadap orang-orang yang ada di sekitar kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih'. Apakah kita merasakan bahwa kita mendapatkan banyak pengampunan? Bukankah kita mendapatkan rahmat penebusan daripadaNya?

Kedua, 'imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!'.

Ketiga, 'siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?'.  Perempuan berdosa itu ternyata mempunyai pengalaman iman yang lebih tinggi daripada kaum Farisi dan para ahli Taurat.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis