Pesta Salib Suci, 14 September 2018

Bil 21: 4-9  +  Fil 2: 6-9  +  Yoh 3:  13-17


 

Lectio

Pada suatu hari Yesus bersabda kepada Nikodemus: 'tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.  Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'.

 

Meditatio

'Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia'. Penegasan Yesus kepada Nikodemus, yang tentunya juga kepada kita orang-orang yang percaya kepadaNya. Bagaimana kita memahami peristiwa Henokh dan Elia yang diangkat ke surga? Apakah benar mereka itu diangkat ke surga, karena kasih karunia Allah? Tentunya semua bisa terjadi hanya karena kasih Allah. Penegasan Yesus ini menyatakan, bahwa Dialah memang yang turun ke dunia untuk melaksanakan kehendak Bapa. Allah sendiri mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal demi keselamatan umatNya. Dia akan kembali setelah menyelesaikan semua tugas perutusan yang diembanNya. 

'Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun (Bil 21: 4-9), demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'. Allah menampakkan kemuliaanNya yakni ketika Dia ditinggikan di salib. Di sinilah misteri keselamatan benar-benar dinyatakan: yang agung dan mulia ditampakkan dalam peristiwa salib, tetapi pada saat itulah, setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh kehidupan. Kepercayaan kepada Yesus sang Penyelamat adalah kepercayaan kepada Dia yang tersalib. Kita diajak benar-benar berani mengakui Yesus memang sungguh tersalib demi keselamatan seluruh umatNya. Ketidakpercayaan kepadaNya yang tersalib mendatangkan hukuman, karena memang itulah pikiran iblis, sebagaimana yang pernah dialami oleh Petrus.  

Yesus yang ditolak dan didera oleh tua-tua bangsa, para imam dan ahli-ahli Taurat, melaksanakan kehendak dan kemauan Allah. Semuanya terjadi, 'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'. Dia tidak menyelamatkan umatNya dengan aneka mukjizatNya, melainkan dengan salib hina, bahkan memanggil semua orang untuk berani menyangkal diri dan memanggul salib dalam kehidupan sehari-hari.

Yesus Kristus itu Tuhan, 'yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.  Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama' (Fil 2: 6-9), tegas Paulus dalam pengajaran imannya. Allah yang agung dan mulia ditampakkan dalam ketidakberdayaan.

Pesta Salib Suci dilaksanakan semenjak tahun 300an di mana sebuah gereja didirikan di bukit tempat Yesus dimakamkan. Peristiwa historis ini terlaksana, setelah santa Helena menemukan salib yang diperkirakan asli dipakai Yesus. Peristiwa historis ini sekaligus menjadi bentuk devosi umat beriman akan keluhuran salib. Allah menyatakan diri bukan dalam semarak dan gelora mulia, melainkan dalam salibNya yang kudus. Dalam tradisi Gereja, hari ini adalah awal puasa umat Allah sampai dengan Paskah mulia.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, melalui salib Engkau memperlihatkan kemuliaanMu, yang rela berkorban untuk mendatangkan kehidupan bagi umat manusia. Kami bersyukur atas kasihMu, ya Yesus. Kiranya lewat pesta Salib Suci ini, kami semakin diteguhkan, berani dan mau berkorban bagi sesama. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'. Allah benar-benar menghendaki seluruh umat manusia beroleh keselamatan.

Kedua, 'tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia'. Karena hanya Dialah Mesias dan tidak ada yang lain, sebab  hanya kepadaNyalah Bapa berkenan.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018