Rabu Pekan Biasa XXII, 5 September 2018

1Kor 3: 1-9 + Mzm 33 + Luk 4: 38-44


Lectio

Pada suatu kali Yesus meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Sudah berjanjikah mereka untuk singgah di rumah Simon? Atau kebetulan lewat saja? Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Yesus membuat segala-galanya baik adanya. Akhirnya, perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.

Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari mana mereka tahu, bahwa Yesus ada di rumah Simon? Bagaimana kabar keberadaanNya itu begitu cepat tersebar ke mana-mana? Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: 'Engkau adalah Anak Allah'. Namun Yesus dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. Mengapa Yesus melarang mereka? Apakah kita juga membiarkan kabar sukacita diwartakan oleh mereka yang berkecimpung dalam kajahtan?

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: 'juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus'. Yesus tidak mau diikat dan dibatasi oleh kemauan umatNya. Dia datang semata-mata hendak mewartakan sabda dan kehendak Bapa yang mengutusNya, dan bukan untuk mengadakan aneka mukjizat. Yesus pun tidak berkeinginan untuk menyelesaikan pewartaaan Kerajaan Allah di suatu tempat tertentu. Yesus meminta mereka, yang telah mendengarkanNya, untuk berani berbagi juga terhadap sesamanya.

Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

Paulus, sebagaimana tertulis dalam suratnya kepada umat di Korintus hari ini, ambil bagian dalam karya pewartaan itu. Paulus malah mengingatkan agar para pendengar tidak mempersoalkan para pewarta, seperti dirinya, sebab 'yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri' (1Kor 3: 7-8).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau mewartakan sabdaMu dalam hati setiap orang. Semoga sabdaMu itu tumbuh dan berkembang dalam hati umatMu, sehingga mereka pun merasakan pendampinganMu yang menyelamatkan. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Keberadaan Yesus memang selalu diketahui oleh banyak orang. KehadiranNya membawa sukacita.

Kedua, 'juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus'. Yesuslah Pewartaan Sabda sejati, sebab memang Dia hanya melakukan segala yang dikehendaki Bapa.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet