Rabu Pekan Biasa XXIV, 19 September 2018

1Kor 12:31 – 13:13 + Mzm 33 + Luk 7: 31-35


 

Lectio

Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?  Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.  Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.  Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya."

 

Meditatio

'Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?', kata Yesus bertanya-tanya untuk membandingkan sikap orang-orang yang dihadapiNya. Pertanyaan Yesus ini sepertinya hanya ingin mengundang perhatian dari mereka saja, sebab Dia pasti tahu isi hati umatNya.  'Mereka itu', sambung Yesus, 'seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis'. Mengapa Yesus mengumpamakan mereka seperti itu? Apakah memang tidak menaruh perhatian terhadap sesamanya? Begitu egoiskah mereka itu? 'Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: ia kerasukan setan.  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa'. Mereka memberikan komentar seturut kemauan mereka sendiri. Mereka tidak mau tahu dengan apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka tidak bertanya dan bertanya. Mereka menilai Yohanes Pembaptis dan Anak Manusia menurut konsep pikiran mereka sendiri. Mereka berkat-kata tentang orang lain, seturut dirinya sendiri. 'Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya'. Keberadaan Yohanes dan Anak Manusia tidak ditentukan oleh mereka, walau mereka orang-orang yang duduk di kursi Musa. Banyak orang seringkali sengaja menjadi buta dan tuli akan maksud dan kehendak Allah, malah mengenakan kemauan mereka dalam mulut Allah.

Setiap orang mempunyai kemampuan untuk melakukan sesuatu, bahkan ada karunia ilahi yang mendukungnya. Namun bila semua dilakukan hanya demi kepuasan diri, dan tanpa kasih Allah, Paulus menegaskan bagaikan gong yang berdentang (1Kor 13). Mereka tidak mau menggunakan segala kemampuan dan anugerahNya sebagiaman Allah kehendaki. Itualh yang yang dilakukan orange-orang sejaman Yesus, sebagaimana dikatakan dalam perumpamaan tadi.

 

Oratio

Ya Yesus Tuhan, bukalah mata hati dan telinga kami agar dapat mengenali dan mendengar Engkau, bukan hanya sekedar pendengar sabdaMu, tetapi sungguh mengenal Engkau, yang menyertai kami, dan memang Engkaulah Penolong dan Jalan kebenaran kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: ia kerasukan setan.  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa'. Mereka berkata-kata menurut kemauan diri sendiri, termasuk tentang Tuhan.

Kedua, 'hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya'. Kalau pun ada yang menolak, kasih dan kebenaran Allah terus berlangsung, dan menghantar setiap orang kepada keselamatan.

Ketiga, sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku. Itulah perilaku orang yang seturut kemauannya sendiri. Apapun yang dilakukan tidak menghasilkan keselamatan, bila memang tidak dipadukan dengan keberadaan dan kehendak Allah.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis