Rabu Pekan Biasa XXV, 26 September 2018

Ams 30: 5-9 + Mzm 119 + Luk 9: 1-6

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus memanggil kedua belas muridNya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kataNya kepada mereka: "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka." Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

 

Meditatio

Setelah Yesus mengadakan beberapa mukjizat dalam perjalananNya, sekarang tiba saatnya Yesus mempersiapkan para murid untuk melanjutkan karyaNya. Maka Yesus memanggil kedua belas muridNya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Apakah para murid selama ini tidak diberi kuasa untuk melakukan penyembuhan atau menguasai setan? Mengapa baru sekarang diberikanNya? Mereka itu diutus ke mana dan untuk berapa lama? Bukankah mereka selalu mendampingi Yesus sang Guru, dan bukannya masih dalam pembinaan sang Guru?  

Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kataNya kepada mereka: 'jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju'. Keras juga pesan Yesus. Para murid diminta untuk tidak membawa apa-apa dalam perjalanan. Apa maksud Yesus? Yesus menghendaki, supaya para murid tidak terikat dengan barang yang bersifat duniawi, sebaliknya harus memusatkan perhatian pada tugas perutusannya. Aneka fasilitas diperhitungkan sebatas penunjang dalam karya pewartaan. Sabda dan kehendak Allah adalah inti pewartaan Injil Kerajaan Allah, dan bukan lainnya. Mengapa sepertinya penyembuhan dan pengusiran setan lebih menjadi perhatian daripada karya mukjizat lainnya?

'Apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka'. Apa makna dari mengebaskan debu dari kaki? Yesus sungguh-sungguh mengingatkan, bahwa keselamatan itu ditawarkan kepada setiap orang, 'Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang' (Mat 18: 14), tetapi tetap setiap orang mempunyai kehendak bebas untuk menerima atau menolaknya. Mereka yang menutup diri terhadap pewartaan Injil berarti menolak keselamatan yang telah ditawarkan Allah, dan sengaja memisahkan diri.

Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat. Perutusan para murid itu untuk menyelamatkan orang-orang baik keselamatan tubuh maupun jiwanya.  

 

Oratio

Ya Yesus, kami bersyukur dapat menikmati kasihMu yang begitu indah di dalam hidup kami, kiranya kamipun semakin berani dalam mewartakan sabdaMu sehingga semakin banyak orang menikmati keselamatan daripadaMu. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju'. Yesus meminta, agar para murid tidak mengadalkan aneka fasilitas yang dimiliki, melainkan kepada belaskasih Allah sendiri.

Kedua, 'kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka'. Yesus mengingatkan sungguh-sungguh hal ini, karena memang Allah Bapa menghendaki semua orang beroleh selamat.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis