Sabtu Pekan Biasa XXI, 1 September 2018

1Kor 26: 26-31 + Mzm 33 +  Mat 25: 14-30

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus bersabda: 'hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

 

Meditatio

Ada seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Tuan memberi sebanyak itu mengandaikan adanya kesepakatan antar mereka.

Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Mereka bertindak seperti itu mengandaikan ada pertimbangan masing-masing.

Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Berani juga satu orang ini.

Maka jawab tuannya itu: hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Itulah komentar sang tuan sang empunya talenta. Apakah dia kejam? Tentunya semuanya itu mengandaikan adanya kesepakatan. Kalau memang kita menyetujui suatu kesepakatan, mari kita lakukan. Kita harus konsekuen.

Adakah kesepakatan kita dengan Tuhan Yesus? Apakah segala perintah Tuhan terhadap kita itu sebuah kesepakatan? Siapakah yang diuntungkan dengan segala perintahNya?

'Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'. Mereka yang mempunyai adalah mereka yang bertanggung jawab atas kepercayaan yang diterimanya. Semakin seseorang menjalankan kepercayaan, anugerah dan karuniaNya yang diberikan Tuhan, membuat dia semiakin tumbuh dan berkembang dalam kasih Allah; tentunya tidaklah demikian dengan orang yang telah banyak menerima tetapi tidak bertanggung jawab atas segala pemberianNya.

'Karena Tuhan Allah, kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita' (1Kor 1: 30-31). Inilah kesadaran santo Paulus akan kasih karunia yang telah diterimanya dalam Yesus Kristus. Tuhan Allah sendiri telah menjadikan dia menikmati segala-galanya. Adakah kita berani berkata-kata seperti Paulus, dan mempertanggungjawabkannya, sebagaimana orang yang menerima lima atau dua talenta 'Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan'. Mengapa? Karena hanya karena Tuhan, kita dapat melakukan segala sesuatu dengan indahnya.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berilah kami kesetiaan dalam tugas yang diberikan kepada kami, sekecil apapun tugas yang dipercayakan, kiranya kami dapat melaksanakannya dengan sungguh dan penuh tanggungjawab, sehingga kamipun layak untuk menerima tugas dan tanggungjawab yang lebih besar nanti.

Ya Yesus, ajarilah kami tidak mudah putus asa dalam menghadapi aneka tantangan keseharian hidup kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'. Orang-orang yang mempunyai adalah mereka yang bertanggung jawab atas kepercayaan yang diterimanya. Semakin seseorang menjalankan kepercayaan, anugerah dan karuniaNya yang diberikan Tuhan, membuat dia semakin tumbuh dan berkembang dalam kasih Allah; tentunya tidaklah demikian dengan orang yang telah banyak menerima tetapi tidak bertanggung jawab atas segala pemberianNya.

Kedua, 'karena Tuhan Allah, kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita'. Inilah kesadaran santo Paulus akan kasih karunia yang telah diterimanya dalam Yesus Kristus. Hendaknya ini semua juga menjadi kesadaran kita semua.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet