Selasa Pekan Biasa XXIV, 18 September 2018

1Kor 12: 12-14 + Mzm 100 + Luk 7: 11-17


 

Lectio

Pada waktu itu Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-muridNya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

 

Meditatio

Pada waktu itu Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-muridNya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Ramai kali tentunya dalam setiap perjalanan bersamaNya, dan pasti akan mengundang perhatian banyak orang. Benarlah yang pernah dikatakan kaum Farisi, bahwa banyak orang meninggalkan mereka dan mengikuti Yesus. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Perjumpaan dua kelompok besar, yang tentunya tidak mengenal masing-masing.

Ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: 'jangan menangis!'. Mengapa Yesus menaruh belaskasihan kepada ibu janda itu? Mengapa tidak bertanya kepada mereka yang mengusungnya bagaimana peristiwa kematian itu bisa terjadi? Apakah karena ibu itu tidak mempunyai tumpuan hidup lagi? Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: 'hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!'. Yesus mampu berkata demikian, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan ini. Di hadapanNya, semua orang hidup. Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Tuhan Allah telah mengambil anak muda itu, tetapi sekarang memberikannya kembali kepada sang ibu janda. Mukjizat kebangkitan terjadi, karena belaskasih Tuhan Yesus kepada perempuan janda itu, dan bukannya kepada anak muda yang telah mati itu.

Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: 'seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah telah melawat umat-Nya'. Semunya ini bisa hanya karena Allah yang mengerjakan, dan tidak ada yang lain. Dia benar-benar datang dan ada di tengah-tengah umatNya. Tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Ibu janda itu mendapatkan karunia atau belaskasih Allah? Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus mengingatkan bahwa Allah memberikan karunia kepada setiap orang, yang satu berbeda dari lain. Paulus malah mengajak agar setiap orang berusaha mendapatkan karunia-karunia utama (1Kor 12: 31). Kiranya belaskasih Allah iulah menjadi dambaan dan kerinduan setiap orang, sebab hanya di dalam belaskasihNya terlimpahkan aneka karuniaNya.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau melimpahkan belaskasihMu kepada ibu janda, yang kehilangan anak tunggalnya itu. Hanya karena belaskasihMu, akhirnya dia mendapatkan karunia terindah, sehingga dia dapat melangsungkan perjalanan hidupnya kembali dengan penuh semangat. Semoga kami pun berani mengharapkan belaskasihMu yang menyelamatkan itu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Adakah hidup kita ini mengundang belaskasih Tuhan Yesus? Apa yang kita kerjakan?

Kedua, hanya belaskasih Tuhan yang akan memampukan kita mendapatkan karunia-karunia utma sebagaimana dikatakan Paulus.

Ketiga, seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah telah melawat umat-Nya. Kata-kata iman seperti inilah yang harus terungkap dalam keseharian kita, karena memang banyak hal indah yang ditaburkan Tuhan dalam diri sesama kita.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis