Jumat Pekan Biasa XXVII, 12 Oktober 2018

Gal 3: 7-14 + Mzm 111 + Luk 11: 15-26

 

 

Lectio

Pada suatu kali setelah Yesus mengusir kuasa kegelapan, ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."  Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.  Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.  Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.  Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.  Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.  Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.  Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur.  Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula."

 

Meditatio

Pada suatu kali setelah Yesus mengusir kuasa kegelapan, ada di antara mereka yang berkata: Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan, ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Entah mengapa mereka begitu berpandangan negative terhadap Yesus. Apakah orang yang mengusir setan itu harus pernah dirasuki setan terlebih dahulu? Tidak pernahkah mereka mendengar tentang aneka mukjizat yang dilakukan para nabi?  

Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: 'setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?'. Logis memang apa yang dikatakan Yesus. Mungkinkah kuasa kegelapan bertengkar satu sama lain? Bukankah 'kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa beelzebul'. Sebuah kekuatan pasti akan menggalang dirinya, dan bukan mencerai-beraikan.

'Jika Aku mengusir setan dengan kuasa beelzebul', sambung Yesus, 'dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu'. Apakah pertanyaan Yesus ini bisa dimengerti mereka? Tuduhan mereka ini sepertinya menjadi umpan balik bagi diri sendiri.

'Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu', tegas Yesus. Allah hadir untuk menyelamatkan manusia. Alah berkuasa atas dunia dan segala isinya ini.  'Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.  Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya'. Yesus menyatakan diri bahwa DiriNyalah yang berkuasa atas segala kekuatan yang ada di langit dan di bawah bumi. Segala sesuatu takluk dan merunduk di hadapanNya, sang Pencipta dan Penguasa hidup ini.

'Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.  Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur.  Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ'. Perumpamaan ini menegaskan, hendaknya setiap orang harus berani menjaga kekudusan diri, malah semakin hari semakin mendekatkan diri dengan Tuhan sang Sumber kekudusan. Kemapanan diri tanpa pengudusan bisa membuat 'orang lebih buruk dari pada keadaannya semula'. Benarlah yang direnungkan oleh Amsal kemarin, bahwasannya seseorang tidak mau menjadi kaya, agar nanti tidak menghojat Allah, karena kekayaan yang dimilikinya.

Hidup dibenarkan oleh iman (Gal 3), sebagaimana dikatakan oleh Paulus. Namun kiranya yang dimaksudkan oleh Paulus, bukanlah iman yang berhenti pada kekaguman karya Allah, tetapi malah sebaliknya, pada adanya usaha untuk menemukan Allah yang agung dan mulia itu dalam diri sesame. Bukankah Yesus sendiri juga mengajak setiap kita untuk menemukan diriNya dalam sesame yang berkekurangan?

 

Oratio

Ya Yesus, ajarilah kami setia berkanjang dalam doa, agar kami tetap kudus dan suci hati, dan tidak tenggelam dalam kemapanan rohani, sekaligus semakin mampu menemukan kehadiranMu sendiri dalam diri sesama kami.  Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu'. Mengapa? Karena memang Yesuslah sang Empunya Kerajaan Allah.

Kedua, 'siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku, dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'.  Yesus mengajak kita untuk selalu bersama dengan Dia. Hanya dalam Dia ada kehidupan.

Ketiga, 'apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.  Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur.  Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Orang lebih buruk dari pada keadaannya semula'. Hendaknya kita selalu berjaga dalam doa.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018