Jumat Pekan Biasa XXVIII, 19 Oktober 2018

Ef 1: 11-14 + Mzm 33 + Luk 12: 1-7

 

 

Lectio

Suatu hari ketika beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan, Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.  Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.  Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.  Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!  Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

 

Meditatio

 'Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi'. Penegasan ini disampaikan oleh Yesus, karena memang begitu besar pengaruh orang-orang Farisi dalam kebersamaan hidup di jaman Yesus. Mereka, selain menduduki kursi Musa, mempunyai kepandaian dalam hal kitab suci. Namun mereka amat jahat. Mereka mengelabui banyak orang, bahkan mereka itu bagaikan serigala yang berbulu domba.  

Namun begitu, 'tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah'. Rahasia kejahatan kaum Farisi pada akhirnya akan terbongkar. Banyak orang akan tahu siapakah mereka itu sebenarnya.

'Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi'. Yesus tidak gentar, berkaitan dengan kecaman-kecaman, yang dilontarkan kepada kaum Farisi. Sebab memang Allah selalu menyampikan kebenaran dan keselamatan kepada umatNya. Yesus tidak menghendaki banyak orng tersandung, bahkan binasa, karena kemunafikan kaum Farisi. 'Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti'. Apakah kita tidak boleh takut terhadap aneka tindak kejahatan, yang memang tidak segan-segannya menghabisi nyawa manusia? 'Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!'. Takut dan seganilah Dia sang Empunya kehidupan ini. Dia berkuasa atas segala sesuatu, di langit, di bumi dan di bawah bumi ini.  Ketakutan kepadaNya, bukan karena Dia kejam dan suka menghukum, melainkan keberanian diri untuk taat dan berunduk diri di hadapanNya. Keberundukan diri di hadapan sang Empunya kehidupan akan semakin mendatangkan belaskasihNya yang menyelamatkan. Terlebih lagi, kita manusia adalah ciptaan yang paling dikasihiNya. 'Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit', tegas Yesus. 'Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya' (Rom 4: 7-8).

Kita manusia diciptakan untuk kehidupan, dan bukan untuk kebinasaan. Kita manusia malah ciptaan yang termulia dari segala ciptaan. Kita lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Paulus juga mengingatkan kita, bahwa: 'dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya' (Ef 1: 14).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, sabdaMu hari ini kembali meneguhkan kami untuk setia dan hanya taat kepadaMu, sebab hanya dalam namaMu ada keselamatan. Ajarilah kami untuk semakin hari semakin taat kepadaMu. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi'. Hendaknya kita tidak mudah terperangah pada mereka yang suka tebar pesona atau kemolekan wajah.

Kedua, 'takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!'. Dialah Tuhan.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet