Rabu Pekan Biasa XXVI
3 Oktober 2018
Ayb 9: 1-16 + Mzm 88 + Luk 9: 57-62


Lectio
Pada waktu itu Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku." Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

Meditatio
'Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi',​ kata seseorang ketika berjumpa Yesus dan murid-murid-Nya. Mengapa dia bertanya demikian? Apakah dia tertarik dengan komunitas Yesus? Apakah memang dia telah mempelajari banyak hal tentang Yesus, Guru dari Nazaret? ​ ​'Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya', j​ awab Yesus. Yesus berkata demikian, tentunya karena Dia mengetahui motivasi orang itu hendak mengikuti diriNya. Kalau kita mengikuti Yesus untuk mendapatkan kemapanan, tentunya sia-sialah kemauan baik kita itu. Mungkin kita akan mendapatkan, karena memang Tuhan Yesus itu murah hati. Kalau kita
tidak mendapatkan apa-apa, sejak semula Yesus sudah mengingatkan, bahwa ​Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.
'Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku',​ k​ ata seorang lain lagi. Mengapa dia bertanya begitu? Bukankah lebih baik dia berpamitan terlebih dahulu kepada keluarga, baru kemudian langsung mengikutiNya? Atau karena memang keinginannya itu timbul spontan saja? Apakah dia tidak berpikir panjang dengan mengikutiNya? Mengikuti Yesus mau tidak mau harus mengutamakan Dia.​ ​'Siapa saja yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah'. K​ alau ya​, mari kita kata ​ya,​ kalau ​tidak​, mari kita katakan ​tidak​.
'Ikutlah Aku!', p​inta Yesus kepada seseorang,​ t​etapi orang itu berkata: 'izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku'. O​rang ini meminta sedikit waktu. Dia dipanggil memang, dan bukannya menawarkan diri, tetapi Yesus berkata kepadanya:​ 'biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana'. ApakahakhirnyapergijugaorangitumengikutiYesus? Namun penyataan Yesus benar-benar meminta agar kita tidak tenggelam dalam urusan diri sendiri. Betapa pun pentingnya, kalau Yesus memanggil, kita harus berani meninggalkan segala-galanya dan mengikutiNya. Di hadapanNya, tak ada seorang yang benar, kaya Ayub (9: 1-16). Ada baiknya, kalau kita mengikuti Dia sang Kebenaran itu. Mengikuti Yesus sepertinya kita harus memberikan segala sesuatu yang kita miliki, dan bukannya untuk meminta dan meminta. Kelonggaran dan mengulur waktu sejenak saja, tidak dikehendakiNya. Mengikuti Yesus berarti ikut bersama dengan Dia ke mana saja Dia pergi, dan bukannya ​esok,​ melainkan ​sekarang​. Mengikuti Yesus berarti mewartakan Kerajaan Allah.

Oratio
Ya Yesus, bantulah kami agar dapat memutuskan dengan sungguh-sungguh, ketika hendak mengikuti Engkau, sehingga benar-benar dapat melepaskan diri dari keterikatan duniawi dalam memberitakan kerajaan Allah. Ajarilah kami untuk selalau berani memilih yang terbaik, dan mendahulukan Engkau, ya Yesus. Amin

Contemplatio
Pertama, ​'serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya'.ApayangmaukitacaridaripadaNya?
Kedua, ​'siapa saja yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah'. o​rang yang mau mengikuti Yeus harus konsekuen. Ketiga,​'izinkanlahakupergidahulumenguburkanbapaku'.H​ariinikita dipanggil, hari ini juga kita harus berani mengikutiNya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018