Rabu Pekan Biasa XXVII, 10 Oktober 2018

Gal 2: 1-14 + Mzm 117 + Luk 11: 1-4

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat.  Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: 'Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya'. Mengapa selama ini Yesus tidak mengajarkan doa kepada para muridNya? Mengapa Yesus juga tidak mengajak mereka berdoa bersama? Apa Yesus membuat mereka terlambat dan menunggu mereka sendiri meminta?

'Bapa, dikuduskanlah nama-Mu', jawab Yesus sebagai jawaban atas permintaan mereka. Hanya Bapa memang yang harus dikuduskan dan dimuliakan, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan ini. Dialah sang Pencipta.

'Datanglah Kerajaan-Mu'. Sebab hanya dalam KerajaanNya, dalam kasih penguasaanNya, segala-galanya dapat terjadi dengan indahnya. Betapa bahagianya selalu bersamaNya. Itulah yang dirindukan Petrus bersama Yohanes dan Yakobus ketika hendak mendirikan tiga kemah, satu untuk Guru, satu unutk Elia dan satu lagi untuk Musa.

'Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya'. Secukupnya saja seringkali membuat orang puas, dan berani mengharapkan lagi sesuatu yang indah, terlebih tentunya dari Tuhan Allah sendiri. Maka benarlah yang dikatakan kitab Amsal: 'jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku' (Ams 30: 8-9).

'Ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami'. Pengampunan dosa memang membuat hati tenang dan bahagia, sebab dengan pengampunanNya kita dijadikan pantas hidup bersamaNya, dan tinggal dalam KerajaanNya. Betapa indahnya, kalau kita juga mau berbagi dengan sesama kebahagiaan dan kedamaian itu.

'Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan'. Sebab kami ini orang lemah dan tak berdaya, sebaliknya bebaskanlah kami dari yang jahat, dan lindungilah kami selalu.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau megajarkan kami bagaimana harus berdoa. Semoga doa menjadi nafas kehidupan kami, sebab hanya dengan doa yang mendengarkan sabdaMu, kami beroleh kehidupan yang sesungguhnya. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'datanglah Kerajaan-Mu'. Sebab hanya dalam KerajaanNya, dalam kasih penguasaanNya, kita dapat menikmati hidup dengan nyaman dan indah.

Kedua, 'berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya'. Secukupnya mengandaikan kita akan mengharapkan selalu daripadaNya.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018