Rabu Pekan Biasa XXVIII, 17 Oktober 2018

Gal 5: 15-24 + Mzm 1 + Luk 11: 42-46

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus diundang makan seorang Farisi tanpa takut Dia berkata: "celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.  Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.  Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya."

Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: "Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga."  Tetapi Ia menjawab: "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.

 

Meditatio

'Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan', kecam Yesus, ketika Dia diundang makan di rumah salah seorang Farisi. Berapalah memang persepuluhan dari aneka jualan? Bukankah persepuluhan itu tidak ubahnya pajak jualan sayur-sayuran? Namun apalah aneka persepuluhan, bila tidak bersikap adil, memandang rupa, dan tidak mau tahu dengan orang lain? Mengapa kita pandang bulu (bdk. Rom 2: 14).   

'Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar'. Apakah mereka itu memang begitu gila hormat? Apalah untungnya semuanya itu?  'Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya'. Suatu penegasan bahwasannya sikap dan tindakan orang-orang Farisi yang munafik itu membuat banyak orang tersandung dan jatuh dalam dosa. Mereka tidak mampu menempatkan diri, sebagaimana orang-orang yang duduk di kursi Musa.

'Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga', sela seorang ahli Taurat yang hadir juga dalam makan bersama. Apakah para ahli Taurat itu bagian dari orang-orang Farisi? Tersinggung juga mereka ini. Mendengar komentar itu, Yesus menjawab: 'celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun'. Mereka, bukan saja bersikap munafik, melainkan juga menyengsarakan sesamanya.

Apakah yang dikatakan Paulus dapat dikenakan kepada mereka kaum Farisi dan para ahli Taurat, bahwasannya: 'Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidak binasaan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman?' (Rom 2: 6). Tentunya mereka itu bukan orang-oran yang membiarkan dirinya dibimbing oleh Roh Kudus (Gal 5)

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jadikan kami pelaku sabdaMu yang mampu memperhatikan sesama, sehingga melalui sikap hidup dan perbuatan kami, orang lain mengalami kehadiranMu. Ajarilah kami untuk selalu bertobat dan merundukkan diri di hadapanMu, membiarkan diri dibimbing oleh RohMu yang kudus dan menyelamatkan itu. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan'. Hendaknya kita tidak melakukan segala sesuatu yang menguntungkan diri sendiri.

Kedua, 'celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar'. Apakah kita termasuk orang-orang yang begitu gila hormat?

Ketiga, 'celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya'. Janganlah kita menjadi batu sandungan bagi sesama kita.

 

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet