Sabtu Pekan Biasa XXIX, 27 Oktober 2018

Ef 4: 7-16 + Mzm 122 + Luk 13: 1-9

 

 

Lectio

Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.   Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?   Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!   Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

 

Meditatio

Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.  Mengapa mereka membawa kabar itu kepada Yesus? Apakah mereka mencari pembelaan, agar Yesus bereaksi? Menanggapi keluhan merekla, Yesus berkata: 'sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?  Tidak! kata-Ku kepadamu'.  Apakah mereka yang terbunuh itu para pendosa?  'Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian'. Hukuman seperti itu akan dikenakan terhadap orang-orang tidak mau bertobat. Yesus sepertinya mengancam para muridNya agar mau bertobat.  Allah menghendaki kita semua beroleh selamat. 

'Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?   Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian', tambah Yesus. Kecelakaan atau sakit bukanlah akibat sebuah dosa. Namun Allah tidak segan-segannya akan menghukum orang-orang tidak mau menanggapi undangan pertobatan.

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: 'seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!   Jawab orang itu: tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!'. Sebuah perumpamaan yang mengingatkan kita semua, bahwa ada kesempatan selebar-lebarnya untuk bertobat dan bertobat. Tuhan Allah tahu bahwa pertobatan adalah sebuah proses kehidupan seseorang yang hari demi hari semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini.

Bertobat dalam bahasa Paulus adalah pembiaran diri dikuasai Roh Kristus (Rom 8), malah 'dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala' (Ef 4:15). Paulus mengajak kita untuk menikmati segala yang telah dianugerah Kristus kepada kita umatNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar berani hari demi hari mendekati Engkau dan menemukan kehadiranMu yang menyelamatkan itu dalam setiap peristiwa hidup kami. Kami percaya, ya Yesus, Engkau suka dan bangga dengan diri kami yang lemah dan letih ini. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa seperti orang-orang dekat menara Siloam. Pertobatan menyelamatkan banyak orang.

Kedua, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia. Hidup adalah kesempatan untuk banyak berbuat baik.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet