Sabtu Pekan Biasa XXVI, 6 Oktober 2018

Ayb 42: 1-6 + Mzm 119 + Luk 10: 17-24

 

 

Lectio

Pada suatu waktu ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.  Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.  Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

 

Meditatio

'Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu'.  Itulah seruan para murid yang baru saja kembali dari karya pewartaan, sebagaimana ditugaskan Yesus sendiri. Sepertinya mereka semua kembali dengan selamat, walau mereka harus berhadapan dengan serigala-serigala. Mereka gembira dan bangga, karena dapat menyelesaikan tugas perutusan yang dipercayakan kepada mereka. Mereka bangga bisa mengalahkan kuasa kegelapan dalam nama sang Guru. Menanggapi seruan gembira mereka, Yesus berkata kepada mereka: 'Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit'. Kuasa kegelapan dipatahkan, dan mereka tidak berkuasa akan hidup manusia. Semuanya bisa kalian atasi, karena 'sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu'. Para murid telah sempat menjadi orang-orang yang penuh kuasa. 'Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga'. Yesus mengingatkan demikian, hanya karena mereka mengamini sabdaNya. Mereka tidak gentar, walau sebatas menjadi domba di tengah-tengah kawanan serigala. Nama mereka terdaftar dalam Kerajaan Surga itulah upahnya, dan bukannya berupa pujian dari yang mereka layani.

 'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil'.  Yesus bergembira, karena para muridNya mampu mengamini sabda perutusanNya. Mereka berani mengamini sabdaNya, bukan karena mereka pandai dan cerdas, tetapi semata-mata membiarkan diri diutus dan melaksanakan apa yang ditugaskan kepada mereka. Mereka tidak takut, walau semenjak semula sudah diingatkan, bahwa mereka bagaikan domba yang di tengah kawanan serigala. Mereka tetap maju, dan tanpa bertanya-tanya ataupun meragukan tugas perutusan itu. Mereka tidak ada yang meragukan dirinya. Hanya mereka yang benar-benar berpasrah kepada Tuhan, yang dapat melakukan semuanya itu. 'Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu'.  

Lalu kepada para muridNya, Yesus dan berkata: 'berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Para murid diminta unutk bersyukur kepada Tuhan Bapa di surge atas segala karunia yang mereka alami. Janganlah banyaknya anugerah, baru mereka rasakan sungguh saat sesak nafas. Setiap murid diminta untuk selalu berani beryukur kepada Tuhan atas segala anugerahNya. Ayub pun selalu berani bersyukur, walau dia harus duduk di tengah abu dan debu. Ayub tetap yakin, bahwasannya rencanaNya membahagiakan dan menyelamatkan umatNya tak pernah gagal (Ayb 42).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukan kami, agar tidak berbangga hati, ketika dapat melayani mereka yang kecil, tetapi dengan kerendahan hati dan menyadari, bahwa semuanya dapat terjadi hanya karena penyelenggaraanMu.

Dan yang kedua Tuhan, ajarilah kami untuk semakin mengerti, bahwa rencanaMu membahagiakan dan menyelamatkan kami tak pernah gagal. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga'. Hendaknya kita tidak bangga atas segala pekerjaan yang dapat kita lalukan, tetapi hendaknya bangga kalau dapat melakukan kehendak dan kemauan Tuhan.

Kedua, 'berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Hendaknya kita selalu bersyukur kepada Tuhan Bapa di surge atas segala karuniaNya.

Ketiga, semoga kita semakin mengerti, bahwa rencanaNya membahagiakan dan menyelamatkan kita tak pernah gagal.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis