Sabtu Pekan Biasa XXVIII, 20 Oktober 2018

Ef 1: 15-23 + Mzm 8 + Luk 12: 8-12

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus bersabda kepada para muridNya:  'Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.  Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.  Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.  Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan'.

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu: setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.  Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah', tegas Yesus. Apakah Yesus balas dendam? Tidak adakah pengampunan? Yesus selalu mengampuni setiap orang yang bertobat dan mau kembali kepadaNya. Yesus pun juga tidak dendam. Namun bagaimana seseorang akan diakuiNya di depan para malaikatNya, kalau memang dia tidak ada dalam KerajaanNya? Bukankah yang masuk KerajaanNya adala mereka yang mempunyai iman dalam perbuatan? Bukankah yang memasuki KerajaanNya adalah mereka yang melakukan kehendak Bapa di surga? Mereka yang masuk dalam KerajaanNyalah yang diakuiNya di depan para malaikatNya.

'Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni'. Apakah Roh Kudus lebih berkuasa daripada Anak Manusia? Menghujat Roh Kudus berarti menghujat dan melawan Allah sendiri, yang selalu hadir dalam RohNya. Bukankah Yesus juga menjanjikan bahwa 'Roh Kudus akan mengajar kamu akan apa yang harus kamu katakan, apabila dihadapkan kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa?'. Menghojat Roh Kudus berarti menolak kenyataan, bahwa Allah, yang adalah Roh pernah hadir menyapa dan menyelamatkan umatNya. Bahkan segala sesuatu malah telah diletakanNya di bawah kaki Kistus (Ef 1: 22), Anak Manusia itu. Penolakan akan Roh Kudus tidak ubahnya ketidakmauan untuk diselamatkan.  

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar semakin berani menyatakan diri sebagai anak-anakMu, dan menjabarkannya dalam sikap hidup kami sehari-hari. Semoga kami selalu mempunyai iman dalam segala perbuatan kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah'. Masuklah dalam KerajaanNya, maka akan diakuiNya di hadapan para malaikatNya yang kudus.

Kedua, 'setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni'. Bukankah memang Allah itu sendiri Roh yang Kudus? Melawan Dia melawan Allah.

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet