Selasa Pekan Biasa XXVIII, 16 Oktober 2018

Gal 5: 1-5 + Mzm 119 + Luk 11: 37-41

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.  Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.  Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.  Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?  Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu".

 

Meditatio

Suatu hari ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Mengapa orang Farisi itu mengundang Yesus? Apakah mereka sudah saling mengenal? Apakah Yesus langsung menyetujui undangan orang itu? Atau jauh-jauh sebelumnya orang Farisi itu sudah mengundangNya?   Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.  Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Sepertinya Yesus secara sengaja tidak membasuh tangan terlebih dahulu. Dia tentunya mempunyai maksud tertentu.   

'Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan'. Keras kali teguran Yesus kepada mereka. Yesus sadar sungguh, bahwa semua orang tengah memperhatikan diriNya. Dia tidak takut-takut di hadapan mereka semua. Bukanlah hal yang sulit bagi mereka segera menangkap dan meringkus Yesus. Yesus mengecam kejahatan hati mereka. Hati yang penuh kemunafikan. 'Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?  Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu', tambah Yesus. Yesus tidak hanya pandai menegur, melainkan juga memberikan solusi penyelesaian. Mereka diminta membersihkan bagian dalam cawan, yakni dengan berani memberi sedekah. Sedekah sebagai tanda tobat. Sedekah sebagai pengurangan egosime diri, dan sekaligus berbagi dengan sesama.

Kita bukanlah orang-orang Farisi yang suka mencuci tangan dan membersihkan aneka peralatan. Kita adalah orang-orang merdeka, karena Kristus (Gal 4). Kita bukan saja dimerdekakan dari dosa, tetapi juga merdeka untuk berani berbagi atas segala pemberianNya. Bukankah kita ini adalah orang-orang ingin menikmati hidup kekal? Kalau Yesus meminta kita berani memberi sedekah, baiklah kita lakukan dengan ketulusan jiwa.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jadikan hati kami tulus dalam melakukan berbagai hal dan kegiatan, bukan sebagai suatu upacara ataupun aturan saja, tetapi benar-benar ungkapan syukur atas kasihMu dalam hidup kami, sehingga namaMu semakin dimuliakan.

Yesus ajarilah kami berani berbagi dengan sesame kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?'. Mengapa kita berperkara dengan Tuhan. Kalau kita mau rajin berkarya social, mari kita juga membarenginya dengan pengudusan diri.

Kedua, 'berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu'. Mari kita berbagi sebagai tanda tobat diri.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet