Hari Raya Semua Orang Kudus, 1 November 2018

Why 7: 2-14 + 1Yoh 3: 1-3 + Mat 5: 1-12

 

 

Lectio

Pada suatu hari ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.  Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

'Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu'.

 

Meditatio

Siapakah orang-orang kudus itu?  Ada di antara mereka itu adalah sanak-saudara kita, teman dan sahabat kenalan, dan juga memang mereka yang menikmati sukacita ilahi. Bagaimana kita dapat mengatakan, bahwa di antara mereka itu ada saudara dan saudari kita atau sahabat kenalan? Orang-orang kudus adalah mereka yang selama hidupnya di dunia ini selalu hidup 'miskin di hadapan Allah, berani berdukacita, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah dan suci hatinya, membawa damai, tahan dianiaya oleh sebab kebenaran, dicela dan dianiaya dan difitnahkan segala yang jahat'. Mereka selalu memanggul salib dalam kehidupan sehari-hari. Mereka adalah orang-orang yang sekarang ini nyaman hidupnya di surga, yang semuanya itu diterimanya sebagai ganjaran besar atas segala jerih payah mereka lakukan selama hidup di dunia. 'Mereka itu', kata kitab Wahyu, 'adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba'. Mengapa? Karena mereka mengalami aneka tantangan dan rintangan dalam aneka bentuk kehidupan. Mereka sadar bahwa sebilah pedang menembus hati mereka, tetapi mereka yakin akan ucapan bahagia yang disampaikan Yesus, dan sekaligus menjadi jaminan hidup. Mereka adalah orang-orang yang menukan mutiara indah (Mat 13: 45-46).

Jadi mereka adalah para pejuang? Benar. Mereka adalah para pejuang. Mereka telah berjalan jauh, mendaki gunung, melewati malam gelap dan merasakan terik matahari, walau semuanya itu tidak dikehendaki dan bahkan berlawanan dengan keinginan insani.  'Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga' inilah yang diyakininya perjalanan hidup ini.

Orang yang menguduskan atau menyucikan diri adalah 'orang yang menaruh pengharapan kepada-Nya, dia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci' (1Yoh 3: 3). Kita mempunyai kemampuan menjadi kudus, karena memang kita adalah anak-anak Allah yang kudus.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, semangatilah kami dalam berjuang menjadi orang-orang kudusMu. Taburkanlah benih-benih kesetiaanMu, sebab kami ini sering lemah dan bermalas-malasan diri. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga'. Inilah jaminan kita, bila selalu mengamni sabda dan kehendakNya.

Kedua, menyucikan diri adalah 'dia yang menaruh pengharapan kepada-Nya, sebab Dia adalah suci'.






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet