Jumat Pekan Biasa XXXIII, 23 November 2018

Why 10: 8-11 + Mzm 119 + Luk 19: 45-48

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kataNya kepada mereka: "Ada tertulis: RumahKu adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."  Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepadaNya dan ingin mendengarkan Dia.

 

Meditatio

Suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ. Mengapa Yesus begitu marah dan mengusir pedagang di situ? Bukankah Yesus selalu penuh belas kasih? Ada gerangan apakah yang membuatNya begitu marah, sehingga Dia berkata: 'ada tertulis: RumahKu adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun'.  Rumah doa dijadikan sarang penyamun? Transaksi jual beli menghantam orang-orang kecil; padahal mereka harus mendapatkan kurban, sebagaimana ketentuan kekudusan barang persembahan. Maksud baik untuk menolong sesame untuk persembahan menjadi kesempatan untuk mencari keuntungan diri. Inilah alasan yang sepertinya dipakai Yesus untuk menegur mereka, para pedagang. Ratapan Yesus terbukti dengan keberadaan bait Allah yang dipakai untuk berdagang. Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Setelah mengembalikan fungsi bait Allah sebagai rumah doa, Yesus setiap hari mengajar di situ. Yesus menjawabi kebutuhan orang-orang yang merindukan sapaan kasih Tuhan.

Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia. Mengapa? Karena kenyamanan mereka terancam dengan kehadiran Yesus. Inilah kekhasan dalam kebersamaan hidup, bahwasannya orang tidak mau terganggu kemapanan hidupnya, walau mereka bersalah. Tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepadaNya dan ingin mendengarkan Dia. Rakyat begitu gembira, karena mereka telah terbebas dari penindasan yang berlangsung selama ini, dan terlebih mereka dapat mendengarkan pengajaran Yesus.

Kehadiran Tuhan Yesus memang sering menjadi batu sandungan bagi mereka yang tidak menghendaki keselamatan. Mengapa? Karena kehendakNya seringkali terasa pahit (Why 10: 9), sebagaimana disitir dalam kitab Wahyu.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas kasihMu dalam hidup kami, kiranya kami semakin menyadari tugas kami dan menjadi pribadi yang sesuai dengan kehendakMu, agar kehadiran kamipun mendatangkan sukacita bagi setiap orang.

Yesus, semangatilah kami, agar kapun tidak mencari kenyamanan diri dan tidak melupakan orang lain. Amin

 

Contemplatio

Pertama, suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ. Yesus menegur mereka, karena mereka mencari kepuasan diri dan menjadikan bait Allah sarang penyamun. Janganlah teguran itu diarahkan juga kepada kita.

Kedua, 'seluruh rakyat terpikat kepadaNya dan ingin mendengarkan Dia'. Yesus selalu menyampaikan sabdaNya yang memberi sukacita dan menyelamatkan.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis