Kamis Pekan Biasa XXXI, 8 November 2018

Fil 3: 3-8 + Mzm 105 + Luk 15: 1-10

 

 

Lectio

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:  "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?  Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

 

Meditatio

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.  Siapakah yang dimaksudkan dengan mereka itu? Para pemungut cukai tentunya mereka pegawai cukai. Karena galaknya mereka menagih dan makan bunga uang yang tinggi, mereka dicap sebagai kaum pendosa. Kaum berdosa adalah orang-orang yang harus dijauhi masyarakat. Ukuran dosa apa yang mereka pakai? Namun justru mereka malah datang kepada Yesus mendengarkan pengajaranNya, dan Yesus pun membiarkan mereka dating. Seorang Guru bergaul dengan kaum pendosa. Inilah yang sulit mereka mengerti. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: 'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka'. Bukankah orang baik harus bergaul dengan orang baik? Bukankah seorang Mesias itu datang untuk mencari orang-orang yang layak diselamatkan? Atau memang mereka ini irihati kepada Yesus yang tidak menyapa diri mereka?

Menanggapi komentar mereka, Yesus berkata: 'siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan'.

Dari perumpamaan itu amat jelas, Yesus datang ke dunia untuk berbagi keselamatan. Keselamatan itu tidak diperuntukkan bagi sekelompok orang, tetapi untuk seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Allah menghendaki semua orang selamat, dan tak seorang pun binasa. Kepada mereka yang telah jatuh dalam dosa pun diwartakan sabda sukacita. Mereka diminta untuk berani bertobat dan bertobat, kembali kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Kaum berdosa dicariNya, karena semua orang adalah milikNya. Kalau Yesus menerima kedatangan kaum pendosa, karena Allah menghendaki semua orang bertobat dan menikmati keselamatan. Pertobatan adalah bentuk pertanggunganjawab, sebagaimana dilansir oleh Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma (bab 14)

'Aku berkata kepadamu: akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'. Penyataan ini, bukannya meremehkan orang-orang benar dan lurus hidupnya, melainkan puji bahagia atas kembali kaum pendosa menikmati keselamatan. Yesus amat posesif akan umatNya. Kita pun harus berani bergembira bila rahmat pertobatan dinikmati oleh banyak orang.  Kita patut bangga, karena semakin banyak orang berkenalan dengan Kristus Tuhan, yang lebih mulia dari segala-galanya (Fil 3: 8). Itu semakin banayk orang diselamatkan.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas kasihMu yang begitu besar kepada kami, Engkau tidak pernah membiarkan kami lepas atau binasa, Engkau selalu mencari dan memanggil kami untuk kembali kepadaMu, sebesar apapun dosa kami Engkau hapuskan. Terima kasih ya Yesus, Puji dan syukur hanya kepadaMu ya Tuhan. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku berkata kepadamu: akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'. Pertobatan menyenangkan hati Allah.

Kedua,  kita harus bangga, karena semakin banyak orang berkenalan dengan Kristus Tuhan, yang lebih mulia dari segala-galanya, Itu berarti semakin banyak orang diselamatkan.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet