Kamis Pekan Biasa XXXIII, 22 November 2018

Why 5: 1-10 + Mzm 149 + Luk 19: 41-44

 

 

Lectio

Dalam perjalananNya menujuYerusalem dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kataNya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

 

Meditatio

Dalam perjalananNya menuju Yerusalem dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya.  Rupanya Yesus berada di daerah yang lebih tinggi daripada kota Yerusalem, sehingga ketika mau memasuki gerbang kota dari jauh sudah kelihatan kotanya. Bagi yang sudah pernah ziarah ke Holyland tentunya dapat membayangkannya, betapi indah kota itu dari dataran Bukit Zaitun. Tetapi mengapa Ia menangisinya?  Bukankah banyak orang malah bersukacita, karena hendak melihat Kerajaan Allah?

'Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!'. Damai sejahtera seperti apa yang ditawarkan kepada mereka?  'Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu'. Sebab memang Dia telah datang dan ada di tengah-tengah umatNya, tetapi mereka semua tidak mau merasakan kehadiranNya. Allah ada di tengah-tengah umatNya, tetapi mereka orang-orang yang dikasihiNya, malah membiarkan Dia melintasi kotaNya.  Damai dan sukacita dapat mereka nikmati, bila memang mereka merasakan kehadiranNya.

'Akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau".  Yesus menubuatkan kehancuran Yerusalem, sama seperti ketika mereka tidak mau mendengarkan nubuat Yeremia (Yer 8: 18-22). Sekarang kejadian terulang. Mata mereka terbuka akan keindahan dunia, tetapi buta akan Kerajaan yang sesungguhnya.

Tidak adakah seorang pun dalam kota itu yang ingat akan Tuhan, sebagaimana pernah ditawar Abraham? 'Kalaupun segala bangsa di lingkungan wilayah raja mematuhi seri baginda dan masing-masing murtad dari ibadah nenek moyangnya serta menyesuaikan diri dengan perintah-perintah seri baginda, namun aku serta anak-anak dan kaum kerabatku terus hendak hidup menurut perjanjian nenek moyang kami' (1Mak 2:19-20). Seharusnya orang-orang yang dikasihiNya ada yang berani berkata seperti itu. Terlebih bahwa Dia, sang Anak Domba yang duduk di takhta singgasana (Why 5), siap membagikan keselamatan bagi orang-orang yang berkenan kepadaNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, tolonglah kami agar tidak terjerat dalam kekuasaan duniawi yang akan menghancurkan kami. Tetapi sebaliknya, lewat sabdaMu, kami semakin mengerti dan melakukan kehendakMu yang membawa kami pada keselamatan kekal. Amin

 

Contemplatio

'Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu'.  Kita sudah mengenal Kristus, baiklah kita nikmati kehadiranNya.






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis