Kamis Pekan Biasa XXXIV, 29 November 2018

Why 18: 21-23 + Mzm 100 + Luk 21: 20-28

 

 

Lectio

Dalam pengajaranNya kembali Yesus menegaskan: "Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu. Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat".

 

Meditatio

 'Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat', tegas Yesus yang meramalkan kehacuran Yerusalem. Mengapa Yesus meramalkan? Bukankah banyak orang bangga terhadap Yerusalem? Bukankah Yerusalem Kota Raja Agung? Benar, walau Yesus meratapinya, karena ketegaran hati penduduknya yang mencari kepuasan diri.  'Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu'. Itulah tanda-tanda kehancuran Yerusalem yang dibanggakan. Semuanya harus terjadi. Kehancuran Yerusalem menghantam ke sana ke mari.

'Akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang'. Apakah kehancuran itu menjadi tanda adanya akhir jaman?  Kehancuran Yerusalem bukanlah kehancuran akhir jaman. Kehancuran terjadi, karena orang-orang yang dicintaiNya membuang diri daripadaNya.  Bukankah Yesus pernah mengingatkan semua itu berkenaan dengan Menara Siloam?  Ketakutan dankecemasan akan muncul.  Semua itu kembali mengingatkan, bahwa tidak ada yang baka, semuanya fana. 'Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu' (Luk 21: 33).

Kemudian Yesus meneruskan: 'pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat'.  Kedatangan Anak Manusia adalah tanda akhir jaman. Kiranya setiap orang sudah terbiasa untuk mengangkat muka menyambut Dia, dan bukan ribut dengan aneka kehancuran.  

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur sebab Engkau Allah yang hidup, yang selalu hadir dan menopang kami. Kiranya kami semakin hari semakin berani mengarahkan hidup hanya kepadaMu, sehingga kami siap memandang Engkau, di saat kedatanganMu, dan akhirnya kami boleh menikmati hidup kekal bersamaMu. Amin

 

Contemplatio

'Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat'. Hanya orang-orang yang berjaga saja kiranya siap memandang kedatanganNya.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis