Pemberkatan Gereja Lateran, 9 November 2018

Yeh 47: 8-9  +  1Kor 3: 9-11  +  Yoh 2: 13-22

 

 

Lectio

Pada suatu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.  Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.  Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.  Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."  Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."  Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"  Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."  Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"  Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.  Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

 

Meditatio

Pada suatu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.  Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.  Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.  Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: 'ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan'. Yesus marah besar terhadap para pedagang. Pasti sudah ada ijin untuk berdagang di situ. Lagi pula ada maksud baik berjualan di sekitar bait Allah, yakni membantu umat beriman mempersembahkan kurban persembahan. Mengapa Yesus marah besar pada waktu itu? Apakah Dia emosi? Bait Allah tidak ubahnya sebuah pasar, dan bukan tempat berdoa.  Alasan itulah yang membuat Yesus marah terhadap mereka semua. Maka benarlah yang tersurat dalam Kitab Suci: 'cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku'. Yesus bertanggungjawab atas bait Allah yang adalah rumah doa.

'Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?', tantang mereka. 'Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali'.  Itulah tanda yang diberikan Yesus. 'Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?'. Benar apa yang dikatakan orang-orang Yahudi. Bagaimana mungkin mendirikan kembali bait Allah dalam tiga hari? Mereka tidak tahu, apa yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.  Mengapa Yesus mengaitkan bait Allah dengan tubuhNya sendiri, yang akan masuk alam maut selama tiga hari? Selain setiap orang harus menaruh hormat pada Allah, Yesus hendak menegaskan akan luhurnya karya penebusan yang hendak dilakukanNya. Dialah satu-satunya Imam Agung Melkisedek. Dia mengurbankan diriNya satu kali untuk selama-lamanya.  

Kematian dan kebangkitanNya akhirnya membuat setiap orang berani percaya dengan sepenuh hati.  Percayalah para murid akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. Inilah iman sejati. Inilah alasan mengapa Yesus, bila setiap mengadakan aneka mukjizat, melarang memberitahukan segala kepada orang lain Siapakah DiriNya dan yang telah dikerjakanNya itu.

'Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku' yang menyemangati Yesus bertindak terhadap orang-orang yang berjualan di bait Allah. Kiranya setiap kali pulang dari Gereja, kita merasakan betapa besar limpah rahmat kasihNya, bagaikan aliran sungai yang mengalir dari ambang pintu rumah Allah (Yes 47). Dari gerejaNya yang kudus, kita rasakan berkat Tuhan.

Kita ini adalah bangunan Allah, dan Roh Allah tinggal dalam diri kita (1 Kor 3). Semunaya terjadi karena Kristus, yang adalah Batu Penjuru.  

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, satukanlah kami selalu sebagai anggota GerejaMu yang kudus. Semoga kami semakin menghayati kesatuan hati dan jiwa yang memang sudah Engkau tanamkan dalam diri kami. Yesus, bantulah kami dalam mengalirkan rahmat dan kasihMu kepada sesama kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku'. Kata-kata inilah yang juga harus kita katakan. Bukankah kita ini jug adalah bangunan Allah?

Kedua, 'rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali'. Dialah Yesus. Dialah Kebangkitan dan Hidup.






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet