Peringatan Semua Orang Beriman, 2 November 2018


2Mak 12: 43-46 + 1Kor 15: 12-34 + Yoh 6: 37-40

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus bersabda: 'semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.  Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.  Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.  Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman'.

 

Meditatio

'Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang'. Sebuah penegasan, bahwasannya orang-orang yang telah diserahkan kepadaNya sungguh-sungguh menjadi milikNya, dan akan selalu dipertahankanNya. Yesus menghendaki semua orang selamat, tidak seorang pun binasa. Semua orang milikNya, karena Bapa sang Pencipta telah menyerahkan pada diriNya. Yesus pun telah menebus seluruh milikNya dengan turun ke alam maut dan membebaskannya dari kuasa kegelapan; dan itulah memang kehendakNya, sebagaimana ditegaskan kemudia: 'Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku'.  

'Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, pertama, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman'. Yesus diminta menjadi Penjaga dan Penyelamat umat manusia. Kematian adalah sebuah realitas yang dirasakan oleh setiap orang. Kebangkitan jiwa dan badan akan menghidupkan kembali setiap orang yang percaya kepadaNya, yang semuanya akan terjadi kelak di akhir jaman. Kematian hanya akan mengakhiri hidup seseorang dalam perjalannya di dunia ini.

Kedua, 'supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'.  Yesus, bukan hanya menyelamatkan orang-orang yang hidup sejamanNya, tetapi juga setiap orang yang percaya kepadaNya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat tapi percaya (Yoh 20: 29). Dia datang, bukan hanya menyelamatkan orang-orang yang memang semenjak semula menjadi bangsa pilihanNya, yakni kaum Israel, tetapi juga seluruh umat manusia yang percaya kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini. Setiap orang yang percaya kepadaNya akan menikmati keselamatan abadi.

'Aku membangkitkannya pada akhir zaman'.  Kapan akhir jaman? Apakah kita harus menunggu sampai segala-galanya berlalu? Memang kita harus menunggu akhir jaman berlalu. Namun kiranya Akulah Kebangkitan dan Hidup, barangsiapa percaya kepadaKu akan hidup harus menjadi pegangan hidup. Kebangkitan, bukanlah soal waktu, melainkan kepercayaan. Dialah Putera sulung kebangkitan (1Kor 15). 'Sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus, tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya' (22-23). Akhir jaman pribadi setiap individu berbeda satu dengan lainnya. Ada sekarang ada akhir jaman. Perbedaan waktu sepertinya begitu panjang, tetapi bukankah setiap orang harus mengamini, bahwa seribu tahun itu sama dengan satu hari. Sulit masuk akal, tetapi inilah iman kepercayaan, sebab setiap orang diminta berpikir dan bertindak sebagaimana Tuhan kehendaki.

Bagaimana dengan mereka yang belum menikmati kemuliaan surgawi? Kita berdoa dan berdoa bagi mereka. Bukankah kita masih percaya akan belaskasih Tuhan yang mengatasi segala sesuatu? Bukankah keberadaan api penyucian memberi kesempatan setiap orang untuk dikuduskan dan dimurnikan? Orang sakit saja kita doakan, terlebih lagi mereka yang merindukan keselamatan, tetapi mereka sudah tak berdaya sama sekali. Doa-doa kita adalah korban tebusan dan silih yang membebaskan seseorang dari kuasa dosa (2Mak 12: 45). Bukankah baik hidup atau mati kita ini milik Tuhan? Mengapa kita harus berdiam diri, bila kita melihat orang yang tak berdaya? Kita berdoa bagi mereka, karena kita sewarga dengan semua umatNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau telah memanggil banyak saudara dan saudari kami dengan peristiwa kematian. Kami percaya Engkau yang telah memanggil saudara-dan saudari kami, Engkau pula yang akan memberikan tempat mulia bagi mereka. Janganlah Engkau memperhitungkan dosa mereka, ya Tuhan, tetapi rahimilah mereka dengan belaskasihMu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang'.  Allah menghendaki semua orang selamat.

Kedua, 'sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus, tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya'. Kita mendapatkan jaminan keselamatan sesuai dengan urutannya.

Ketiga, doa-doa kita adalah korban tebusan dan silih yang membebaskan seseorang dari kuasa dosa, sehingga mereka beroleh keselamatan.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet