Sabtu Pekan Biasa XXX, 3 November 2018

Fil 1: 18-26 + Mzm 42 + Luk 14: 1.7-11

 

 

Lectio

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.  Ketika Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:  "kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.  Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.  Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan".

 

Meditatio

Pada waktu makan bersama Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 'kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.  Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain'.  Sebuah penyataan agar para murid, kita semua, tidak mudah mencari kehormatan dalam hidup bersama. Mencari perhatian memang merupakan kebutuhan kodrati setiap orang. Betapa malang nasib seseorang, kalau tidak mendapatkan perhatian, atau malah dihiraukan orang-orang sekitarnya. Namun hendaknya setiap orang tidak mencari kehormatan diri. Jutru orang yang merendahkan diri akan mendapatkan berkat Tuhan, yang tak jarang kasih Tuhan datang lewat orang-orang yang ada di sekitar kita.

'Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan', tegas Yesus. Dia menghendaki kita untuk berani merendahkan diri di hadapan sesama, sebagai wujud nyata perendahan diri kita di hadapan Tuhan. Tidak mungkin orang yang mengaku merendahkan diri di hadapan Tuhan, tetapi tidak mau tahu terhadap sesamanya. Kalau pun ada, itu sebuah kemunafikan hidup. 'Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa' (Luk 1: 51-53). Inilah keyakinan seorang Maria.

'Aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus, itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu' (Ef 1). Inilah sikap kerendahan hati seorang Paulus. Dia tidak memikirkan diri sendiri. Dia hidup bagi sesame. Itulah rendah hati. Semuanya dikatakan, karena memang 'bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan'.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dampingilah kami selalu, agar kami siap sedia mengamini sabda dan kehendakMu, mempunyai kerendahan hati dalam hidup sehari-hari, yang memang harus kami tampakkan dalam hidup sehari-hari. Sebab kami percaya kehadiranMu sungguh nyata dalam diri sesama kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'. Inilah rumusan keselamatan yang dipakai oleh Tuhan Yesus.

Kedua, 'aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus, itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu'. Inilah sikap kerendahan hati, hidup bagi sesame.  

 

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet