Selasa Pekan Biasa XXXI, 3 November 2015

Fil 2: 5-11 + Mzm 22 + Luk 14: 15-24

 

 

Lectio

Pada waktu mendengar ucapan bahagia berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.  Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.  Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.  Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.  Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.  Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.  Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.  Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.  Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."

 

Meditatio

Pada waktu mendengar ucapan bahagia berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: 'berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah'. Orang itu berkata demikian, karena memang Kerajaan Allah menjadi ganjaran bagi setiap orang yang mengamini sabda dan kehendakNya. Orang yang menyangkal diri akan mendapatkan upah hidup yang membahagiakan, bahkan menikmati karunia sukacita ilahi. Orang itu ikut memuji bahagia, karena betapa besar upah yang diterima daripadaNya.

'ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang', sahut Yesus menaggapi kegembiraan orang tadi. 'Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.  Yang lain lagi berkata: aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.  Kemudian hamba itu melaporkan: tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.  Lalu kata tuan itu kepada hambanya: pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh'.

Tuhan Allah memang selalu memanggil dan memanggil setiap orang yang dikasihiNya. Siapakah orang-orang yang dikasihiNya? Tentunya semua orang yang telah terlahir dalam kasih Allah. seluruh umat manusia adalh orang-orang yang dikasihiNya. Bukankah semua tercipta sesuai dengan gmbarNya? Allah mengundang setiap orang, dalam pestaNya, karena Dia menghendaki semua orang selamat. Namun kenyataan: ada banyak orang yang tidak menaruh perhatian akan undanganNya. Padahal Tuhan Allah tidak saja hanya memanggil dan memanggil, tetapi juga memberinya pelbagai anugerah sebagai bekal perjalanan.  Amat disayangkan memang jika 'tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku'. Suatu penegasan Yesus kepada mereka. Kiranya tidaklah terjadi semua itu pada kita, orang-orang yang memang merindukan keselamatan daripadaNya.

Kemauan allah mehelamtkan umatNya diterangkan juga oleh Paulus dalam suratnya kepada umat di Filipi. Karya penyelamatanNya adalah sebuah misteri, karena memang di luar kemampuan insani kita umatNya. 'Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah, Bapa!' (2: 5-11)

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas berkat yang telah Kau limpahkan dalam hidup kami. Engkau mengundang kami menikmati perjamuanMu, kiranya kami semakin berani dalam mengikut Engkau, menikmati perjamuanMu dan melakukan kehendakMu. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah'. keiginan setiap orang beroleh selamat.

Kedua, 'tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku'. Ketidakmautahuan orang-orang yang dikasihiNya akan sapaanNya mendatangkan celaka.

 

 

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet