Selasa Pekan Biasa XXXIII, 20 November 2018

Why 3: 1-6 + Mzm 15 + Luk 19: 1-10

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."  Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."  Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

 

Meditatio

Pada suatu hari Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Seorang pemungut cukai ingin melihat Yesus. Mengapa dia ingin melihat Yesus? Bukankah dia orang yang tidak berkekurangan? Bukankah dia dibenci banyak orang mengingat pekerjaaannya sebagai pemungut cukai? Badan pendek membuat dia kesulitan untuk melihat Yesus. Zakheus tidak kehabisan akal; berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Semangat untuk melihat dan melihat Yesus sepertinya tak terkendali lagi. Ia ingin melihat Dia. Entah sejauh mana pengenalannya terhadap Yesus. Apakah sebatas sebagai seorang Nazaret, atau sebagai Anak Daud, sebagaimana yang kita renungkan kemarin bersama orang buta? 

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: 'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu'. Sungguh hebat karunia yang diterima seorang Zakheus. Dia hanya ingin melihat, tetapi malah mendapat karunia indah yang kiranya tidak dapat dibayangkan sebelumnya: Yesus hendak berkunjung, dan menginap di rumahnya. Apakah Yesus begitu tertarik dengan iman si pemungut cukai itu? Bagaimana kasih Yesus terhadap Zakheus ataupun Matius?  Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Siapakah tidak bangga mendapatkan kunjungan Orang yang punya nama? Tanpa basa-basi langsung menerimaNya dengan penuh syukur. 

Tetapi tidaklah demikian bagi banyak orang yang ada di situ, semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: 'Ia menumpang di rumah orang berdosa'.  Bagaimana mungkin seorang Guru mau tinggal di rumah seorang berdosa? Seringkali sulit juga bagi kita untuk mengerti, bahwa Allah menaruh hati kepada orang-orang berdosa. Bukankah kasih Allah terbuka bagi setiap orang? Zakheus pun sadar akan situasi yang ada di sekitarnya. Rahmat dan berkat yang diterimanya mendapatkan perlawanan dan malah menimbulkan ketidakpuasan banyak orang.  Zakheus lalu berdiri dan berkata kepada Tuhan: 'Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat'.  Tanda pertobatan seorang Zakheus. Apakah semuanya dikatakannya hanya karena komentar mereka?  Kata

'Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'. Yesus tidak mempersoalkan ungkapan pertobatan yang akan diperbuatnya. Kebajikan setiap orang tidak menentukan kemuliaan Allah. Kerinduan seorang Zakheus yang sepertinya lebih menarik hati Yesus, sang Penyelamat. Keberanian Zakheus membuka pintu rumahnya mengkondisikan Yesus duduk makan bersamanya (bdk. Why 3: 20).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, perbaharuilah selalu diri kami agar kami semkin merindukan kehadiranMu dalam diri kami. Semoga hari demi hari kami semakin rindu hanya kepadaMu, dan membuka pintu rumah hati kami, sehingga kami boleh makan bersamaMu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu'. Kerinduan Zakheus yang hanya ingin melihat rupaNya mendapatkan balasan yang luar biasa.

Kedua, 'hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'. Yesus mencari dan menyelamatkan.






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis