Senin Pekan Biasa XXXI, 5 November 2018

Fil 2: 1-4 + Mzm 131 + Luk 14: 12-14

 

 

Pada suatu pesta Yesus berkata kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

 

Meditatio

 Pada suatu pesta Yesus berkata kepada orang yang mengundang Dia: 'apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar'.

Pertama, dalam kehidupan bersama seringkali terjadi balas dendam. Seseorang, yang tidak pernah terlibat dalam aneka kegiatan social-kemasyarakatan, sepertinya akan dijauhi oleh banyak orang yang ada di sekitarnya. Kedua, kegelisahan seseorang muncul karena ketidak-hadirannya, bila memang ada temu-sosial yang mengharuskannya membawa dan menyumbangkan dana-sukarela. Kenyamanan keluarga amat terganggu. Adanya baiknya, bila ada orang-orang yang berani mengawali pesta perjamuan bersama dengan tidak menerima aneka sumbangan apapun. Inilah kesempatan bagi kita untuk tidak mencari kepentingan diri (bdk. Fil 2: 4), malah sebaliknya siap menjadi saluran berkat bagi sesame. Bukankah pesta bersama adalah ucapan syukur atas kebaikan Tuhan yang kita terima melalui aneka peristiwa kehidupan sehari-hari?

Kedua, kiranya ajakan Yesus meminta kita untuk semakin berani memberi dan memberi. Sebagaimana Kristus sendiri yang selalu memberi kepada umatNya, demikian juga kita, yang percaya kepadaNya. Keberanian kita memberi dan memberi, tanpa mengharapkan imbalan dari sesame, akan mendapatkan imbalan dari sang Empunya kehidupan. Ganjaran surgawi hendaknya menjadi kerinduan kita, orang-orang yang percaya kepadaNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu atas segala pemberianMu kepada kami. Ajarilah kami untuk berani berbagi kepada sesama kami. Kami yakin Engkau akan selalu memperhatikan kehidupan kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar'. Mari kita mengharapkan ganjaran dari surga.

Kedua, hendaknya kita tidak mencari kepentingan diri sendiri, malah sebaliknya menjadi saluran berkat bagi sesma.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet