Senin Pekan Biasa XXXII, 12 November 2018

Tit 1: 1-9 + Mzm 24 + Luk 17: 1-6

 

 

Suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

 

Meditatio

Pertama, 'tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya', tegas Yesus. Dia berkata demikian, karena memang begitu kuatnya kecenderungan insani manusia dalam pergaulan dengan sesama. Orang akan dengan mudah membenarkan diri, dan bahkan tak segan-segan meniadakan sesamanya.  'Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini', tambah Yesus. Karena itu, 'jagalah dirimu!', pinta Yesus, agar semua orang dalam keadaan selamat. Gandum dan ilalang memang akan tumbuh bersama, tapi baiklah kalua setiap orang berjaga, agar tidak jatuh dalam penyesatan.

Kedua, 'jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: aku menyesal, engkau harus mengampuni dia'. Kita harus berani menegur orang yang salah dan berbuat dosa. Membiarkan dan mendiamkan mereka berarti menyuruh orang itu terus berdosa, dan pasti kita juga akan kena hukumanNya. Akhirnya kita pun harus berani memaafkan dan memaafkan dia. Ampunilah dosa kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

'Tambahkanlah iman kami!', tiba-tiba para Rasul meminta seperti itu. Mengapa? Apakah diraskan berat tugas yang diminta Yesus? 'Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu'. Yesus membenarkan bahwa iman mereka itu, para rasul, amatlah kecil. Sibolah monis. Hanya orang beriman yang mampu memaafkan dan mengampuni kesalahan sesama, dan selalu berdamai dengan sesamanya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dampingilah kami dengan rahmat RohMu yang kudus, agar kami mampu berdamai selalu dengan setiap orang. Sebab hanya jiwa damai menunjukkan kami benar-bear mempunyai iman.

 

Contemplatio

Pertama, 'jagalah dirimu!'. Kita diajak selalu berjaga, dan tidak percaya hoaks.

Kedua, 'jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia'. Berani memaafkan adalah tanda kita menghayati iman doa Bapa kami yang tiap hari kita doakan.

Ketiga, 'tambahkanlah iman kami!'. Dengan iman, kita akan dapat menikmati hidup ini dengan indahnya.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis